Auto Gear Shift Percepat Perpindahan Gigi
Reporter: Gooto.com
Editor: Atalla Suwarmo Soefeno
Kamis, 23 Mei 2019 14:45 WIB

GOOTO.COM, Jakarta -  Konsep kerja transmisi Auto Gear Shift ini adalah dengan mengintegrasikan sebuah aktuator hidrolik yang dioperasikan melalui Electonic Control Unit (ECU) dan Tranmission Control Modul (TCM). Sistem ECU dan TCM tersebut fungsinya adalah untuk mengontrol kerja kopling dan perpindahan gigi, disesuaikan juga dengan putaran mesin.

Baca:Suzuki Ignis Pakai Transmisi AGS, Ini Alasannya - Berita Gooto.com

Transmisi AGS ini dasar kerjanya tetap menggunakan transmisi dengan kopling kering layaknya sistem manual, hanya saja pedal ketiga ini ditiadakan, karena sudah dioperasikan langsung secara elektronis. Kelebihan dari teknologi tersebut, adalah terdapat gabungan antara transmisi manual dan otomatis, sehingga pengemudi dapat mengatur laju kecepatan dengan menyesuaikan perpindahan transmisi pada kondisi jalan yang dilalui.

Jenis transmisi AGS ini, tingkat kompleksitas dan bobotnya juga lebih rendah dibandingkan transmisi otomatis. Efeknya dapat lebih meningkatkan responsivitas perpindahan gigi.

Serta diklaim dapat lebih menekan penggunaan bahan bakar hingga 10 percent dibandingkan transmisi otomatis. Setiap pergantian gigi juga dapat Anda sesuaikan dengan kondisi jalan. Serta di saat Anda ingin memutar mesin hingga putaran atas, transmisi AGS ini dapat memenuhinya.

Baca:Berkendara dengan Karimun AGS Bisa Lebih Praktis - Test Drive ...

Dengan menggunakan transmisi AGS seperti  salah satunya yang digunakan pada Suzuki Wagon R,bukan hanya saja tenaga mesin saja yang dapat dimaksimalkan, tetapi juga proses dari engine braking pun juga dapat dilakukan dengan  lebih responsif, karena penurunan gigi dapat dioperasikan secara manual.

Dampaknya,suhu panas di sistem pengereman mobil  juga dapat lebih ditekan karena penurunan kecepatan dapat dibantu oleh transmisi, serta dapat lebih memperpanjang umur pemakaian kanvas rem di mobil Anda, jika dibandingkan menggunakan transmisi otomatis.

Pada sistem AGS ini juga tidak menimbulkan hunting gear atau penurunan gigi  yang diakibatkan perubahan pada kondisi jalan dan bobot kendaraan saat posisi D digunakan,karena selayaknya transmisi AGS ini bekerja secara manual. Hal ini tentunya dapat lebih meningkatkan kenyamanan berkendara dan lebih menghemat penggunaan bahan bakar.

Umur pemakaian kopling pada jenis transmisi AGS ini juga lebih panjang dibandingkan jenis transmisi manual yang konvesional.Ini dikarenakan gerakan kopling telah diatur oleh sistem AGS tersebut, dimana injakan setengah kopling yang kerap kali sering terjadi pada jenis transmisi manual konvensional dapat dicegah oleh sistem AGS ini.

Hal yang perlu diperhatikan dalam mengoperasikan transmisi AGS sebagai berikut:

(1) Perhatikan kondisi aki dan sistem kelistrikan. Agar sistem auto gear shift ini dapat selalu dioperasikan secara maksimal, perhatikan selalu kondisi aki di mobil Anda. Gejala munculnya sistem kelistrikan (Terhubung dengan AGS) di mobil Anda dapat mengakibatkan sulitnya untuk memindahkan gigi pada sistem AGS tersebut.  

(2) Posisi diam, letakkan selalu di posisi N. Pada saat mobil dalam kondisi diam, tidak disarankan untuk meletakkan transmisi pada posisi D,karena dengan kondisi tersebut berarti secara tidak langsung Anda menginjak kopling saat tidak dibutuhkan. Efeknya dapat memperpendek umur pemakaian kopling AGS ini.

(3) Ganti oli transmisi secara teratur. Untuk mengoptimalkan cara kerja dan umur pemakaiannya pada komponen di sistem AGS ini , disarankan untuk mengganti oli transmisi manual pada rentang 40000-50000 km.


 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi