Begini Nasib Rencana Merger Volvo dan Geely
Reporter: Antara
Editor: Jobpie Sugiharto
Kamis, 23 Juli 2020 16:29 WIB
Geely Logo

GOOTO.COM, JakartaVolvo Cars mengatakan rencana merger dengan perusahaan seinduk Geely Automobile Holdings Ltd untuk sementara ditunda.

Penundaan itu antara lain dipicu rencana Geely Auto menajdi perusahaan terbuka (listing) di Cina. Kedua perusahaan dikabarkan akan melanjutkan pembicaraan pada musim gugur tahun ini.

Volvo berkeyakinan bahwa bisnisnya akan pulih pada paruh kedua 2020 setelah mengalami kerugian operasional selama enam bulan pertama sejak Januari lalu akibat wabah Covid-19.

Rantai pasokan Volvo terganggu sehingga terjadi penutupan pabrik.

Perusahaan otomotif yang berbasis di Jerman tersebut melihat pertumbuhan kembali yang kuat di Cina selama kuartal II/2020. Perusahaan tersebut mengharapkan kenaikan serupa juga terjadi di Amerika Serikat dan juga di negara-negara Eropa.

"Jika pasar pulih seperti yang kami harapkan, kami mengantisipasi volume penjualan untuk kembali ke level yang sama pada paruh kedua 2019," kata CEO Volvo, Hakan Samuelsson, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Antara dari Reuters pada Rabu lalu, 22 Juli 2020.

Pemulihan pasar saat ini telah memungkinkan melanjutkan produksi di semua pabrik, kecuali pabrik Charleston di Ridgeville, South Carolina.

Volvo Cars, yang dibeli China Zhejiang Geely Holding Group Co Ltd dari Ford Motor Co (FN) pada 2010, berencana bergabung dengan Geely Automobile dan mendaftarkan diri di Hong Kong. Kemungkinan Volvo juga akan bermain di pasar otomotif daratan Cina.

Geely Automobile mengatakan, bulan lalu Dewan telah menyetujui proposal awal untuk mendaftarkan saham renminbi baru di Dewan STAR, seperti Nasdaq Shanghai.

"Sehubungan dengan ini (listing Shanghai) Geely Auto tidak dapat membahas potensi kombinasi perusahaan," kata juru bicara Volvo Cars.

Menurut dia, pembicaraan akan dilanjutkan segera setelah Geely Auto mengakhiri urusan listing di bursa saham.

#Volvo
#Geely

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi