Mitsubishi Jepang akan Pangkas hingga 600 Karyawan karena Penjualan Merosot
Reporter: Terjemahan
Editor: Jobpie Sugiharto
Minggu, 27 September 2020 19:02 WIB
Mitsubishi XPANDER MY 20. (Dok. mitsubishimotors.co.id)

TEMPO.CO, JakartaMitsubishi Motors Corp meluncurkan program pensiun dini sukarela untuk 500 hingga 600 karyawan, yang notabene sebagian besar bagian manajemen di Jepang.

Pensiun dini karyawan Mitsubishi Motors Jepang itu akan dimulai pertengahan November 2020 untuk memotong biaya perusahaan.

Dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengungkapkannya kepada Reuters pada Sabtu lalu, 26 September 2020, seperti dikutip Hindustan Times.

Menurut sumber tersebut, perusahaan berencana meminta pensiun dini karyawan manajemen berusia 45 tahun ke atas di kantor pusat serta lokasi lain, seperti pabrik Okazaki (Prefektur Aichi) dan pabrik Mizushima (Prefektur Okayama).

Perusahaan otomotif tersebut diperkirakan akan membukukan kerugian bersih 360 miliar yen dalam tahun keuangan hingga Maret 2021.

Kerugian disumbang penurunan penjualan akibat pandemi Covid-19.

Mitsubishi Motors Jepang memang telah memulai rencana memangkas 20 persen biaya tetap dalam dua tahun dengan cara mengurangi tenaga kerja dan produksi. Mitsubishi juga akan menutup dealer-dealer yang tidak menguntungkan.

Juru bicara perusahaan menolak berkomentar tentang krisis keuangan dan rencana pensiun dini ratusan karyawan.

Krisis virus Corona telah memperburuk kondisi di Mitsubishi yang mengalami penurunan penjualan di pasar terbesarnya, Cina dan Asia Tenggara. Keduanya menyumbang seperempat dari total penjualan.

Sebagai bagian dari rencana restrukturisasi, Mitsubishi berhenti memproduksi SUV Pajero tahun depan sekaligus menutup pabriknya di Jepang. Mitsubishi juga anggota junior grup produsen mobil Nissan-Renault.

HINDUSTAN TIMES

#Mitsubishi
#Karyawan

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi