180 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Sejak H-3 Hari Raya Nyepi
Reporter: Dicky Kurniawan
Editor: Kusnadi Chahyono
Minggu, 10 Maret 2024 16:00 WIB
Foto udara kepadatan lalu lintas di Jl Gatot Subroto, Jalan Tol Cawang - Grogol, dan Jl Kapten Tendean, Jakarta, Senin, 15 Januari 2024. Jakarta menempati peringkat 30 kota termacet di dunia sepanjang 2023 kemarin versi TomTom Traffic Index. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk., mencatatkan sebanyak 180.107 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek sejak H-3 Hari Raya Nyepi 2024. Jumlah tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yakni GT Cikupa arah Merak, GT Ciawi arah Puncak, GT  Cikampek Utama arah Trans Jawa, dan GT Kalihurip Utama arah Bandung.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabodetabek ini naik lebih dari dua puluh persen jika dibandingkan lalin normal," kata Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana, dikutip dari Tempo.co hari ini, Minggu, 10 Maret 2024.

Untuk distribusi lalu lintas yang meninggalkan Jabodetabek, mayoritas sebanyak 83.951 kendaraan atau 46,61 persen menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung). Kemudian, 54.138 kendaraan menuju arah Barat (Merak), dan 42.018 kendaraan atau 23,33 persen menuju Selatan (Puncak).

Lalu lintas Jabodetabek menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 39.932 kendaraan atau meningkat 39,24 persen dari lalu lintas normal. Kemudian, lalu intas arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama tercatat sebanyak 44.019 kendaraan atau meningkat 23,64 persen.

Lalu lintas meninggalkan Jabodetabek menuju Merak melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 54.138 kendaraan atau meningkat 12,85 persen. Lalu, kendaraan menuju Puncak melalui GT Ciawi sebanyak 42.018 kendaraan atau meningkat 12,94 persen dari lalu lintas normal.

Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki tol. Pastikan kendaraan dan kondisi pengendara dalam keadaan prima, serta pastikan BBM dan saldo uang elektronik cukup.

DICKY KURNIAWAN | TEMPO.CO

Pilihan Editor: Truk ODOL Masih Jadi Masalah Besar Transportasi di Indonesia, MTI: Ini Rumit

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi