Segini Biaya Berlangganan Baterai Mobil Listrik VinFast
Reporter: Dicky Kurniawan
Editor: Rafif Rahedian
Rabu, 3 April 2024 17:30 WIB
Mobil VinFast hadir pada pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 15 Februari 2024. VinFast merupakan merek mobil yang dikelola oleh Vingroup, perusahaan real estate terkemuka di Vietnam. Dengan target produksi 500.000 kendaraan di Vietnam pada tahun 2025, VinFast menunjukkan ambisi besar dalam industri otomotif. VinFast berhasil mendapatkan pinjaman sebesar US$ 800 juta dari Credit Suisse Group untuk mendirikan fasilitas perakitan di kota Haiphong, Vietnam. TEMPO/Tony Hartawan
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - VinFast Indonesia menawarkan sistem berlangganan baterai guna memangkas harga pembelian dan biaya operasional bulanan mobil listrik. Sebab, baterai merupakan komponen kendaraan listrik yang paling mahal, bahkan mencakup 30 persen dari total harga mobil listrik itu sendiri.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Ketentuan berlangganan baterai memastikan bahwa gabungan biaya berlangganan baterai dan pengisian daya tetap jauh lebih rendah dibanding mengoperasikan mobil berbahan bakar bensin di segmen yang sama bagi pemilik mobil listrik," kata CEO VinFast Indonesia Tran Quoc Huy dalam siaran pers yang diterima Gooto hari ini, Rabu, 3 April 2024.

Model VFe34 biaya berlangganan baterainya sebesar Rp 1,5 juta per bulan untuk jarak hingga 3.000 km dan Rp 2,6 juta per bulan untuk perjalanan melebih 3.000 km. Ambang batas 3.000 km (atau sekitar 100 km per hari) tampaknya dipilih secara strategis agar cocok dengan kebiasaan mengemudi rata-rata di Indonesia.

VinFast juga mengeluarkan ketentuan langganan baterai yang mencakup penggantian baterai gratis ketika kondisi kesehatan baterai turun di bawah 70 persen dari kapasitas aslinya. Ketentuan ini diharapkan dapat menghilangkan potensi biaya baterai baru yang bisa mencakup sebagian besar harga awal mobil.

"Sistem ini memiliki potensi membuat kendaraan VinFast lebih menarik bagi pelanggan yang khawatir tentang retensi nilai listrik mobil dalam jangka panjang," ujar Tran Quoc Huy.

Pilihan Editor: Intip 2 Mobil BAIC yang Bakal Dipasarkan di Indonesia Tahun Ini

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di membership.tempo.co/komunitas pilih grup GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi