Honda Indonesia Dipastikan Aman dari Skandal Sertifikasi Uji Kendaraan
Reporter: Dicky Kurniawan
Editor: Rafif Rahedian
Sabtu, 8 Juni 2024 09:00 WIB
Logo Honda. (Honda)
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Honda mengakui adanya permasalahan terkait uji sertifikasi pada saat pengajuan penunjukan tipe kendaraan roda empat yang pernah dijual Honda sebelumnya. Skandal sertifikasi ini terjadi setelah beberapa pabrikan Jepang lain, seperti Toyota dan Suzuki juga tersandung kasus serupa.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Kami meminta maaf sebesar-besarnya atas keprihatinan besar yang kami timbulkan terhadap pelanggan, mitra bisnis, dan banyak pemangku kepentingan lainnya," kata Honda dalam pernyataan resminya.

Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy memastikan bahwa permasalahan yang terjadi di Jepang tidak berdampak pada model mobil Honda yang dipasarkan di Indonesia. Bahkan, Billy mengatakan bahwa proses produksi dan pengiriman mobil ke Tanah Air tetap berjalan normal.

"Isu ini tidak melibatkan kendaraan Honda yang dijual di Asia dan Oseania, termasuk model yang dijual di Indonesia. Saat ini semua aktivitas produksi domestik maupun pengiriman mobil Honda ke Indonesia tetap berjalan normal," kata Billy saat dihubungi Gooto.

Sebelumnya, Honda Jepang melakukan pengujian kebisingan dan pengujian output kendaraan bermotor yang tidak sesuai. Mereka dilaporkan melakukan penyimpangan dari kondisi pengujian dan pencatatan data yang berbeda dari nilai terukur sebenarnya pada laporan pengujian.

Pada skandal uji kebisingan, Honda mengatakan itu terjadi dari Februari 2009 hingga Oktober 2017. Mengenai pengaturan bobot kendaraan uji, pengujian dilakukan pada bobot yang melebihi kisaran legal. 

Kemudian, untuk insiden selama uji output kendaraan bermotor, output maksimum motor listrik, dan uji output terukur terjadi dari Mei 2013 hingga Juni 2015. Menurut Honda, nilai keluaran dan nilai torsi hasil pengujian ditulis ulang dan dicatat dalam laporan pengujian.

Alasan yang diberikan Honda adalah jika hasil pengujian tidak mencapai atau melebihi nilai spesifikasi model yang dilengkapi mesin atau motor listrik dengan spesifikasi yang sama, analisis tambahan dapat dilakukan, namun mungkin terdapat perbedaan nilai spesifikasi. Jika perbedaannya kecil, maka dianggap berada dalam kisaran variasi kinerja.

Pilihan Editor: Sempat Kecelakaan dan Ban Depan Bermasalah, Mario Aji Raih Poin di Moto2 Italia

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi