Siapkan Rantai Agar Nyaman Berkendara Saat Hujan
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 22 November 2011 21:33 WIB
TEMPO/Tony Harrtawan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pada saat musim hujan seperti saat ini, salah satu komponen sepeda motor yang kerap bermasalah adalah rantai dan gir. Rantai cepat keluar dari gir dan putus di saat motor melaju kencang adalah beberapa masalah yang paling kerap terjadi.

Maklum, pada saat seperti itu jalanan kerap macet sehingga pengendara motor sering memacu tunggangannya dengan cara melaju dan langsung berhenti. Artinya, pengendara langsung membetot tuas gas setelah mengurangi kecepatan tanpa sempat memindah posisi gigi gir ke tingkat yang lebih rendah.

“Akibatnya, tarikan motor seperti dientak keras. Saat itulah rantai motor seperti ditarik kuat-kuat, sehingga cepat kendor dan aus,” ujar Umar Fatah, pemilik Laras Motor, Batu Ceper, Tangerang, Banten, saat ditemui, Selasa petang, 22 November 2011.

Akibatnya rantai pun gampang kendor atau bahkan putus. Bila itu terjadi, akibatnya bisa fatal selain berkendara menjadi tidak nyaman. “Oleh karena itu, memeriksa dan menyiapkan rantai motor untuk berkendara selama hujan wjiab dilakukan,” kata Umar.

Lantas seperti apa pemeriksaan dan bagaimana cara menyiapkan rantai motor itu? Berikut penjelasan Umar :

1. Lumasi rantai dengan tepat

Untuk pelumasan ini sebaiknya jangan asal menggunakan pelumas. Sebaiknya menggunakan grease yang telah direbus. Selain menjadikan pelumas tak mudah luruh ketika terkena kotoran, cara seperti itu juga menjadikan pelumasan lebih merata.

Caranya, rebus grease dengan menggunakan sedikit air sebagai katalisator. Setelah grease benar-benar mencair dan suhu belum benar-benar dingin atau masih hangat, segera rendam rantai ke cairan itu minimal dua jam. Setelah itu pasang kembali rantai ke sprocket.

2. Jangan lupa membersihkan gir

Seiring dengan bersih-bersih rantai itu, bersihkan pula gir. Pada umumnya, banyak kotoran yang menempel pada bagian bawah mata gir. Kondisi seperti itu menjadilan putaran rantai seret. Walhasil, tarikan rantai juga berat dan rawan putus.

Pastikan pula posisi gir depan dan belakang lurus. Posisi yang benar kedua gir itu akan menjadikan gerakan rantai lebih ringan. Bila sprocket telah aus sebaiknya segera diganti agar tidak menimbulkan risiko.

3. Setel rantai setiap sepekan sekali

Lakukan penyetelan rantai motor meski kendaraan Anda belum genap menempuh jarak 1.000 kilometer. Pastikan tingkat ketegangan rantai pada posisi 5 – 25 milimeter. Lakukan penyetelan setiap sepekan sekali.

“Ukuran itu ada di mal atau garis standar yang ada di penarik rantai di ujung bawah shockbreaker roda belakang,” kata Umar.

4. Pasang tutup rantai dengan tepat

Saat musim hujan seperti sekarang ini sebaiknya sepeda motor Anda menggunakan tutup rantai. Hal itu akan mengamankan rantai dan gir dari kotoran yang berasal dari cipratan air hujan maupun guyuran air hujan.

Namun satu hal yang harus diperhatikan, pemasangan tutup itu harus benar-benar tepat. Pasalnya, bila tidak, akan terjadi gesekan antara penutup dengan rantai. Akibatnya, rantai rawan putus.

Bila hal itu terjadi, maka bukan saja membuat Anda harus bekerja ekstra menuntun sepeda motor untuk mencari bengkel tetapi membahayakan. Sebab, saat motor dalam kecepatan tinggi dan tiba-tiba rantai putus, Anda akan kehilangan kendali terhadap kendaraan itu.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi