Cara Menjaga Tampilan Velg di Musim Hujan
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 23 November 2011 10:59 WIB
TEMPO/Prima Mulia

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sepanjang musim hujan velg merupakan bagian mobil yang paling banyak terkena genangan air dan kotoran. Akibatnya, selain kusam dan jamuran, velg akan bernoda.

Tampilan mobil pun tidak seindah sebelumnya. Meski terkesan sepele, jamur atau noda yang tidak segera dibersihkan akan mengeras atau menjadi kerak. "Bila itu terjadi, proses pembersihannya pun semakin sulit," kata Wisnu Susanto, bos Ronz Carwash, Paku Jaya, Serpong, Rabu, 23 November 2011.

Namun cara membersihkan pun tak bisa sembarangan. Selain harus mengenali karakter velg yang bersangkutan, pembersih yang digunakan juga harus tepat.

"Velg dari bahan aluminium alloy, misalnya, memang tahan karat. Tapi kalau pembersihnya asal saja, bisa kusam. Begitu pun dengan tahap-tahap pembersihannya tidak tepat," kata Wisnu.

Lantas seperti apa proses pembersihan yang benar? Berikut penjelasan Wisnu:

1. Segera cuci setelah melintas di tengah guyuran hujan.

Sebaiknya langsung cuci mobil, terutama velg, setelah berkendara di tengah guyuran hujan. Jangan menunggu lama atau seharian setelah mobil tak digunakan untuk mencucinya.

Pasalnya air hujan yang mengandung asam tinggi dan kotoran di jalan yang beraneka ragam memicu munculnya jamur. Campuran kotoran dan air hujan yang bersifat asam itu menjadi media bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak. "Bakteri dan jamur itu akhirnya membentuk koloni di velg,"ujar Wisnu.

Oleh karena itu, semprot velek dengan air bertekanan tinggi. Kemudian sabun dengan sampo khusus mobil, baik bagian per bagian di luar maupun di bagian dalam.

2. Jangan menggunakan sikat.

Satu hal yang patut diperhatikan, jangan menggunakan sikat meski berbulu lembut untuk membersihkan velg. Begitu pula jangan gunakan lap yang bertekstur kasar. Pasalnya dua alat itu bisa memicu baret di velg. "Sebaiknya menggunakan busa atau kain yang lembut," saran Wisnu.

Hal lain yang juga wajib Anda ingat adalah jangan gunakan sabun colek atau deterjen. Sabun colek mengandung lemak nabati yang berpotensi lengket dan menempel. "Sabun colek juga bersifat adhesif atau mengikat zat lain, sehingga membuat velg jadi kusam," ucap Wisnu.

Adapun deterjen memiliki sifat panas dan korosif. Hal itu membuat lapisan luar velg yang selama ini menjadikannya mengkilap bisa terkikis.

3. Bersihkan dengan pemoles yang tepat.

Setelah prosesi pembersihan usai dilakukan, kini giliran memoles velg agar tampilannya kinclong. Namun jangan gunakan zat pemoles sembarangan.

Gunakan krim atau cairan wax khusus velg dengan kualitas tinggi. Pemoles ini sudah banyak dijual di toko perlengkapan dan aksesori mobil.

Selama ini banyak pemoles yang menjanjikan cepat membuat velg kinclong, dan kenyataannya peranti itu segera mengkilap. Namun dalam jangka panjang lapisan velg akan rusak karena zat tersebut bersifat abrasif bagi lapisan anti karat velek.

Bila lapisan anti karat velek telah hilang, akan sulit untuk mengembalikan tampilan kinclongnya.

4. Gunakan lapisan cat untuk velg dari bahan besi.

Bila mobil Anda menggunakan velg dari bahan besi atau biasa disebut velg kaleng, sebaiknya melapisinya dengan cat. "Itu dimaksudkan untuk mencegah proses terjadinya karat akibat air hujan dan kotoran lain di jalan," kata Wisnu.

Haluskan permukaan velg dengan ampelas halus, emudian bersihkan. Setelah itu segera tutupi dengan cat baru serta melapisinya dengan vernis.

Anda bisa melakukan proses pengecatan tersebut di rumah. Bahan-bahannya banyak tersedia di toko perlengkapan dan aksesori mobil, harganya pun bervariasi.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi