CEO Ford Alan Mulally Segera Pensiun  
Reporter: Tempo.co
Editor: Fery Firmansyah
Rabu, 12 September 2012 09:39 WIB
Alan Mulally

TEMPO.CO, Detroit- Karyawan Ford Motor Co kini bersiap menyambut bos baru setelah Chef Executive Officer, Alan Mulally, melepas jabatannya akhir tahun ini. Mulally turun dari kursi orang nomor satu Ford lantaran memasuki usia pensiun.

Kantor berita Reuters mengabarkan, sepanjang pekan ini dewan komisaris dan direksi Ford menggelar rapat maraton untuk membahas suksesi kepemimpinan di perusahaan itu. "Mereka segera menentukan siapa yang akan mengisi jabatan tersebut," kata salah satu sumber, Rabu 12 September 2012.

Direksi dan komisaris kemungkinan menggelar rapat strategis di Dearborn, Michigan, Kamis, 13 September 2012. Sumber Reuters mengatakan, selain membicarakan pengganti Mulally, rapat tersebut membahas berbagai hambatan yang dihadapi Ford, terutama setelah penjualan di Eropa terus melemah. Ford diperkirakan menderita kerugian hingga US$ 1 miliar sepanjang 2012 akibat krisis ekonomi yang berujung turunnya konsumsi kendaraan.

"Opsi pengurangan karyawan di Eropa dan rencana peluncuran 15 varian baru akan dibahas dalam rapat ini," ujar sumber itu.

Saat ini rumor mengenai kandidat pengganti Mulally berembus kencang. Satu yang disebut-sebut sebagai calon kuat CEO Ford ialah Mark Fields, Direktur Operasional Ford untuk kawasan Amerika Utara dan Amerika Selatan. Selain Fields, Presiden Ford untuk Asia dan Afrika, Joe Hinrich, turut masuk dalam daftar kandidat.

Ketika dikonfimasi mengenai kabar tersebut, manajemen Ford menolak berkomentar. Aksi tutup mulut juga dilakukan Mulally, Fields, dan Hinrich.

Mulally segera masuk masa pensiun karena sudah berusia 67 tahun. Pria kelahiran Oakland California 4 Agustus itu menjabat sebagai orang nomor satu di Ford sejak 5 September 2006. Sebelumnya, Mulally menduduki posisi orang nomor satu di pabrikan pesawat Boeing Commercial Airplanes.

Selama bergabung dengan Ford, Mulally melakukan serangkaian perbaikan. Namanya harum lantaran berhasil menyelamatkan Ford dari kebangkrutan. Selain berhasil meraih pinjaman US$ 23 miliar, Mulally sukses menjalankan strategi "One Ford", yakni menyatukan beberapa lini bisnis, memangkas sektor operasi yang boros, serta mengurangi biaya.

FERY FIRMANSYAH

Berita ekonomi lainnya:Berobat, Dahlan Iskan Tertahan di SingapuraIndonesia Makin Tak mampu Bayar Utang Luar NegeriSetelah Malaysia, Lion Air Bidik Negara LainCina Miliki Surat Utang Amerika US$ 1,17 triliunKenaikan Tarif Listrik Diputuskan 17 SeptemberSriwijaya Air Bangun Maskapai Bertarif MurahTata Motors Terlambat Masuk Indonesia

#pergantian direksi

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi