Mobil Terbang Mulai Diproduksi Tahun Depan
Reporter: Tempo.co
Editor: Rini Kustiani
Minggu, 27 Januari 2013 03:30 WIB
Mobil terbang ini bisa menempuh 450 mile dalam satu kali pengisian bahan bakar. Gizmowatch.com

TEMPO.CO, California - Bosan dengan kemacetan, tapi tak bisa membeli helikopter. Mungkin mobil terbang bisa jadi alternatif di masa depan.

Moller International, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi sedang mengembangkan mobil terbang. Mobil terbang yang dinamankan Skycar itu diperkirakan mulai diproduksi tahun depan. Rencananya, uji mobil ini akan dilakukan akhir tahun ini.

Pendiri Moller International, Dr Paul Moller berharap, mobil terbang ini tak hanya dinikmati sebagian masyarakat yang kaya saja. Moller telah mengajak Athena Technologies, perusahaan asal California Selatan untuk menawarkan produksi jumlah yang besar dan bisa mendekatkan produk ke pasar.

Moller, pengembang Skycar dan pesawat Neuera bersepakat dengan Athena membentuk joint venture yang berbasis di Amerika Serikat. Joint Venture ini untuk membangun co-produksi untuk pesawat di Amerika Serikat dan Cina.

Direktur Athena Technologies, Inc Gong John, berharap dapat membangun pabrik pesawat pertama di Cina. Jenis pesawat yang akan dibuat di Negeri Tirai Bambu itu adalah model Vertikal Take-Off and Landing (VTOL).

Kerja sama ini awalnya akan menginvestasikan US $ 80 juta dari investasi US $ 480 juta untuk memproduksi berbagai pesawat VTOL tahun 2014. Produksi akan mencakup Skycar 200 LS, Skycar 400, Skycar 600 dan pesawat Neuera.

Bruce Calkins, General Manager Moller menyatakan, tujuan mereka adalah menjadi pemimpin pasar dalam transportasi personal moda terbang. Neuera adalah salah satu jenis mobil terbang yang bisa beroperasi hingga 10 meter di atas permukaan apapun: tanah, air, pasir, salju, rawa atau padang rumput . Mobil ini menggabungkan kemampuan perahu, hovercraft, ATV, mobil salju atau kendaraan off-road.

Sedangkan Skycar, dirancang untuk kecepatan lebih dari 480 kilometer per jam pada ketinggian 36.000 kaki. Kapasitasnya empat orang. "Namun Skycar bukan untuk menggantikan pesawat udara komersial," ujar Moller.

NUR ROCHMI | DAILYMAIL | NASDAQ

#Iptek

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi