Enam Langkah Merawat Mobil Setelah Erupsi  
Reporter: Tempo.co
Editor: Abdul Malik
Minggu, 23 Februari 2014 10:53 WIB
Sebuah mobil mainan tertimbun material vulkanik letusan Gunung Kelud di atas rak rumah warga di desa Pandansari, Malang, (18/2). TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO, Jakarta - Letusan Gunung Kelud pekan lalu telah menyebabkan kerugian moral dan materiil bagi bagi banyak orang. Termasuk masyarakat pengguna mobil di wilayah yang terimbas letusan. Debu dari letusan tak hanya membuat mobil kotor, tapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan mesin. Kepala Bengkel Toyota Pemuda, Parman Suanda, berbagi tip mengenai cara perawatan yang paling tepat. "Kalau untuk erupsi gunung, di mana pun, abunya mengandung banyak partikel belerang,” ujarnya kepada Tempo.

Ada enam langkah yang harus dilakukan jika mobil terkena abu vulkanis. Pertama, untuk pembersihan, jangan langsung menggunakan kemoceng. “Jika konsumen langsung membersihkan menggunakan kemoceng, akan timbul baret pada bodi mobil,” kata Parman. Sebaiknya gunakanlah air. (Baca juga : Efek Kelud, Penjualan Motor Februari Bisa Anjlok)

Kedua, debu yang disebabkan oleh erupsi gunung tidak langsung merusak mesin mobil. Ini karena mesin pada mobil sekarang sudah terlindungi. Yang harus dilakukan adalah membersihkan ruang mesin agar terbebas dari debu. "Semprot angin saja untuk menghilangkan debu di ruang mesin. Jangan gunakan air karena mesin sekarang sudah serba elektronik," kata Parman.

Ketiga, periksa saringan udara karena bakal banyak udara kotor yang masuk dari luar. Abu yang masuk dari luar akan masuk ke ruang mesin melalui saringan udara. Jadi, ketika saringan udara terlalu kotor, konsumen tak punya pilihan selain mengganti saringan udara. (Lihat juga : Waspada, Abu Letusan Kelud Merusak Mesin Mobil)

Keempat, cek kembali filtrasi di bagian pendingin udara. Gelombang udara yang masuk, kata Parman, pasti kotor. Jadi, untuk menghindari kerusakan, sistem pendingin udara harus diperiksa dan dibersihkan.

Kelima, untuk menjaga permukaan bodi mobil agar tetap bagus, pemilik kendaraan disarankan memoles kembali bodi mobil di jasa pembersihan. Saat mobil dibersihkan, langsung gunakan air dan sabun. Proses pembersihan harus benar-benar sempurna. "Setelah itu, baru seluruh bodi mobil dipoles, itu untuk menjaga permukaan bodi dan juga catnya agar tidak berubah,” kata Parman. (Berita lain : Penjualan Motor Honda Turun 8 Persen Akibat Banjir)

Keenam, ketika turun hujan setelah muncul erupsi, jangan menghidupkan wiper. Sebab, partikel debu yang menempel di kaca akan membuat kaca rusak ketika disapu wiper. Parman mengatakan, ketika turun hujan dan bercampur debu, bersihkan langsung kaca mobil dengan air.

Menurut Parman, perawatan setelah erupsi gunung relatif tidak sulit. Yang menyulitkan, kata dia, adalah mengendarai mobil dari area yang terjebak debu ke area steril. Ia menyarankan agar konsumen terus waspada dan berhati-hati. Juga memindahkan mobil ke area yang aman.

ANANDA TERESIA

Terpopuler :Toyota Kembangkan Charger Nirkabel Mobil Listrik  Cara Merawat Mobil Terpapar Abu VulkanikTahun ini Persaingan Pasar Otomotif Makin SengitPorsi Ekspor LCGC Ditambah hingga 30 Persen

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi