Penarikan Ford AS Tidak Berimbas ke Indonesia  
Reporter: Tempo.co
Editor: Efri NP Ritonga
Senin, 2 Juni 2014 05:51 WIB
Bagus Susanto, Managing Director Ford Motor Indonesia (kanan), Lea Kartika Indra, Communications Manager FMI, dan Gumgum Prijadi Marketing Manager FMI. (Dok. FMI)

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Penjualan dan Pemasaran Ford Indonesia Bagus Santoso menegaskan bahwa produk-produk Ford yang ditarik dari penjualan di Amerika Serikat bukan produk yang dijual di Indonesia. "Produk-produk yang di-recall adalah produk yang hanya dipasarkan di Amerika Serikat," katanya kepada Tempo pada Ahad, 1 Juni 2014.

Dia mengungkapkan bahwa mobil-mobil jenis sedan dan SUV (sport utility vehicle) tersebut merupakan produk yang hanya dipasarkan di Negeri Abang Sam. Ia melanjutkan, mobil-mobil yang ditarik dari peredaran itu juga hanya diproduksi di AS. "Produksi kita di Thailand, dan tidak ada masalah apa-apa," kata Bagus.

Dilansir dari Reuters, Ford AS menarik 1,39 juta SUV dan sedan di Amerika Utara pada tahun ini. Ford AS juga menyatakan 1,18 juta kendaraan ditarik dari peredaran di AS. Masalah yang menyebabkan penarikan tersebut rata-rata karena masalah power steering pada kemudi. (Lihat pula: Masalah Setir, Ford Tarik Ratusan Ribu Mobil.) Sejauh ini General Motors telah menarik 15,8 juta kendaraan di seluruh dunia.

Pihak Ford AS sendiri menyatakan telah menarik 195.527 merek Explorer SUV model tahun 2011-2013 serta 914.216 Ford Escape dan Mariner SUV tahun 2008-2011 karena isu power steering tersebut. Selain itu, Sedan Ford Taurus keluaran 2010-2014 sebanyak 200 ribu unit dengan masalah serupa dan sedan lainnya sebanyak 82.576 unit karena masalah matras yang mengganggu pedal gas.

Analis dari Kelley Blue Book, Karl Brauer, mengatakan bahwa sudah terjadi sangat banyak penarikan dari Februari pada saat isu-isu penarikan mulai muncul.

HERMAWAN SETYANTO | REUTERS

Berita utamaBawaslu Bakal Evaluasi Pidato Jokowi di KPUNomor Urut Capres Dinilai Tak BertuahSBY Tak Hadiri Pemaparan Visi dan Misi Prabowo

#Otomotif
#Ford

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi