EKSKLUSIF, Kisah Rio Haryanto di Kokpit Mobil F1 Barcelona  
Reporter: Tempo.co
Editor: Rina Widisatuti
Senin, 14 Maret 2016 11:47 WIB
Aksi Rio Haryanto dalam tes pramusim Formula 1 hari ketiga di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, 24 Februari 2016. Meski melintir keluar lintasan, namun pada lap pertama, Rio sukses menipiskan jarak waktu dengan pembalap terdepan. Twitter.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Formula 1, Rio Haryanto, mendapatkan banyak pengalaman selama menjalani tes pramusim bersama timnya Manor Racing di Barcelona, pada akhir Februari-awal Maret 2016. Salah satunya, saat ia berbuat kesalahan waktu menjajal mobilnya MRT05 sehingga tergelincir ketika berada di sirkuit De Catalunya, Barcelona, 24 Februari 2016.

Rio menuturkan kejadian itu disebabkan mobil yang dikendarainya hilang keseimbangan. "Saya salah, antara ingin tetap kencang tapi tetap dapat grip," ucap Rio, saat dihubungi via telepon saat berada di Singapura, Kamis, 10 Maret 2016.

Di Barcelona, Rio memang masih belajar. Ia sempat kaget, dengan mengubah setelan pada kemudi, pengaruhnya ternyata sangat besar. "Di GP2, kalau mau mengubah setting mobil harus masuk pit dulu. Di F1 berbeda karena ada banyak tombol di setir. Setelan bisa dilakukan sendiri sambil nyetir," ujarnya.

Ia mencontohkan, pada tes lalu, ia harus mengubah setting pada energy deployment yang ada di setir untuk menghemat penggunaan bahan bakar. "Jadi, kalau mengejar mobil di depan, harus disetel sendiri konsumsi bensinnya. Pas sudah nyalip, mesti dibalikin ke fuel efficiency mode lagi,” ujarnya.

Begitu pula saat memasuki tikungan. Setelan keseimbangan mobil harus diatur menggunakan differential map, yang berfungsi mengatur putaran roda belakang. “Misalnya belok ke kanan, roda kiri berputar lebih banyak daripada roda kanan. Nah, kalau tidak ada differential map, roda kiri bisa seperti terkunci. Dengan tombol itu, semua diatur sehingga roda kiri bebas bergerak," ujarnya.

Berita Terbaru: Rio Haryanto

Sebenarnya, berada di kokpit mobil Formula 1 di Barcelona bukan yang pertama bagi Rio. Ia pernah tiga kali mencoba mobil F1, yakni pada 2010, 2012, dan akhir 2015. Namun tes pramusim kali ini terasa sangat berbeda. “Waktu itu saya hanya belajar mengendarai mobil tanpa harus mengotak-atik setting mobil,” ucapnya.

Dulu tugasnya hanya mengoperasikan beberapa tombol tanpa menghiraukan tombol lain yang jumlahnya 30 tombol. Sekarang dia harus mengotak-atik setelan mobil mengikuti instruksi dari tim mekanik. Hampir di tiap putaran Rio diminta mengubah berbagai setelan mobil untuk melihat perubahan yang terjadi. Dan semua itu ia lakukan dalam kecepatan di atas 200 kilometer per jam.

Semua itu berbeda dibanding ketika masih berlaga di ajang GP2. Rio menuturkan, tombol di setir mobilnya tak sebanyak itu. Hanya ada lima tombol, yaitu upshift, downshift, break, dan balance, serta tombol untuk komunikasi dengan tim. “Saya sedang mencoba membiasakan diri dengan sistem di mobil F1 ini,” katanya.

RINA WIDIASTUTI

#F1
#Rio Haryanto

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi