Setelah Confero, Wuling Luncurkan Model Baru Lagi  
Reporter: Tempo.co
Editor: Sugiharto
Selasa, 11 Juli 2017 18:57 WIB
Wuling Confero S. Tempo/Praga Utama.

TEMPO.CO, Cikarang - PT SAIC General Motor Wuling Indonesia (Wuling Motors) berencana memproduksi model kedua mereka di Indonesia, setelah Confero S, pada awal tahun depan. Produk baru tersebut, rencananya berupa mobil penumpang jenis Multi Purpose Vehicle (minibus), dengan kapasitas mesin kecil.

"Januari tahun depan kami mulai produksi model kedua, mungkin peluncurannya pada Maret," kata Presiden Direktur Wuling Motors Xu Feiyun dalam peresmian operasi pabrik baru Wuling di Cikarang, Jawa Barat, Selasa, 11 Juli 2017. "Model kedua ini akan menggunakan mesin berkapasitas di bawah 1.500 cc, yang dipakai produk pertama kami, Confero S."

BacaBegini Rasanya Menjajal Suzuki Jimny Terbaru

Pabrik Wuling di Cikarang yang dibangun sejak 2015, kata Xu, memang dirancang untuk jadi basis produksi kendaraan bermotor merek asal Tiongkok itu, di kawasan Asia Tenggara. Wuling membangun pabrik seluas 30 hektare ditambah pusat pemasok komponen seluas 30 hektare, dengan investasi senilai Rp 9,3 triliun.

Untuk tahap awal, Xu menjelaskan, produksi kendaraan di pabrik Cikarang baru sebanyak 80 ribu unit mobil per tahun. "Jika sudah beroperasi penuh kapasitasnya akan naik jadi 150 ribu unit per tahun. "Kami sudah merancang peta jalan produksi kami di Indonesia, kapasitas akan meningkat bertahap sejalan dengan penambahan produksi model lain."

Terkait rencana ekspor, Xu mengatakan, saat ini Wuling masih mempelajari potensi pda negara-negara di Asia Tenggara. Namun saat ini kapasitas produksi pabrik masoh diutamakan untuk pasar dalam negeri.

SimakKalla Minta Wuling Motors Produksi Mobil Berkualitas

Peningkatan kapasitas produksi juga, menurut dia, berbarengan dengan penambahan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang saat ini baru 50 persen. Saat ini Wuling baru bermitra dengan 20 pemasok komponen lokal." Pada dasarnya kami terbuka dengan produsen komponen lokal."

Xu mengklaim, jika seluruh pemasok itu sudah beroperasi, maka potensi tenaga kerja yang bisa diserap akan meningkat 2 kali lipat. Saat ini pabrik Wuling dan perusahaan pemasok telah menyerap 3 ribu tenaga kerja. Dari jumlah itu, 5 persennya merupakan tenaga ahli asal Cina.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah mendukung rencana peningkatan TKDN pada produk Wuling dan produsen otomotif lainnya. "Makanya kami menyiapkan roadmap penyediaan bahan baku industri otomotif 2025." Road map itu, ujarnya, mencakup bahan baku baja, resin plastik, karet sintetis, dan alumunium.

Airlangga mengklaim roadmap tersebut berjalan lancar, sehingga diharapkan pemenuhan bahan baku yang selama ini impor, bisa dipenuhi industri lokal. "Kami menargetkan 2019 material-material yang dibutuhkan industri otomotif tersebut sudah tersedia."

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi kehadiran Wuling yang turut membawa 16 perusahaan pemasok komponen yang berasal dari Cina, Amerika Serikat, dan Jerman. "Ini jadi contoh bagi industri lain yang hendak berinvestasi di Indonesia, industri pendukung juga diajak ke sini."

Kalla meminta Wuling terus menambah mitra perusahaan pemasok komponen lokal lainnya. "Kalau bisa memasok juga untuk pabrik otomotif lain yang ada di sini." Dengan kuatnya industri komponen lokal, ujarnya, maka daya saing industri otomotif juga akan meningkat karena proses produksi lebih efisien. 

PRAGA UTAMA 

#Mobil
#Wuling SGMW

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi