Produksi 1,2 Juta Mobil, Perkuat Posisi RI di ASEAN
Reporter: Tempo.co
Editor: Sugiharto
Rabu, 12 Juli 2017 08:00 WIB
Presiden PT SGMW Motor Indonesia, perusahaan pembuat Wuling, Xu Feiyun (tengah) memperlihatkan maket pabrik Wuling yang berlokasi di Cikarang dalam GIIAS 2016 di Indonesia Convention Exhibition, Banten. TEMPO/Bagus Prasetiyo

TEMPO.CO, Bekasi - Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan kapasitas produksi kendaraan roda empat akan mencapai lebih dari 1,2 juta unit pada 2017. Jumlah ini naik dibandingkan produksi sebanyak 1,1 unit dibanding 2016.

Menurut Airlangga, peningkatan ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan industri otomotif di ASEAN, setelah Thailand. "Capaian tersebut diharapkan semakin mendongkrak kontribusi sektor industri otomotif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," kata Airlangga di acara Peresmian Pabrik PT. SGMW Motor Indonesia di Kawasan Industri GIIC Deltamas, Cikarang, Bekasi, Selasa, 11 Juli 2017.

Acara peresmian pabrik ini dilakukan secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menperin, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Provinsi Guang Xi Lan Tianli, serta Chairman SAIC dan SGMW Chen Hong.

LihatSetelah Confero, Wuling Luncurkan Model Baru Lagi

Airlangga menjelaskan, dari jumlah produksi 1,1 juta unit pada 2016 lalu, sekitar 200 ribu unit mobil dipasarkan ke negara tujuan ekspor dan selebihnya diserap pasar dalam negeri. Karena itu, pemerintah meminta industri otomotif nasional terus agresif memperluas pasar ekspor untuk membuat sebuah keseimbangan dengan kebutuhan pasar domestik. "Pemerintah menargetkan produksi otomotif bisa menembus 2,5 juta unit pada tahun 2020 untuk bersaing di kancah global," kata dia.

Selain itu, Airlangga meyakini, struktur industri otomotif nasional akan semakin dalam (deepening) karena didukung peta jalan industri baja dengan target kapasitas mencapai 10 juta ton pada tahun 2025. Dia berharap, industri otomotif di Indonesia dapat menyerap lebih banyak bahan baku dari dalam negeri. "Ketersediaan bahan baku untuk industri otomotif, khususnya baja, resin, karet sintetis, dan aluminium diharapkan bisa dipenuhi dari dalam negeri pada tahun 2019," ujar Airlangga.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap pabrik mobil Wuling bisa memproduksi kendaraan dengan kualitas baik dan terjangkau. "Kami yakin industri mobil Cina selalu memperhatian kualitas yang baik dan harga yang terjangkau," kata Kalla dalam sambutannya. Dengan demikian, konsumen bisa melihat perbandingan dengan mobil-mobil lain dan mempunyai pilihan yang semakin banyak. Dia juga berharap pabrik Wuling Motor bisa terus meningkatkan kandungan lokal.

BacaSuzuki Luncurkan Pelumas Khusus untuk Seri GSX

Chairman of the board of SAIC Group and SGMW, Cheng Hong, mengatakan pabrik mobil Wuling mempunyai kapasitas produksi mencapai 120 ribu unit kendaraan per tahun. "Nilai investasi yang dikeluarkan mencapai US$ 700 juta dengan area pabrik seluas 60 hektare," kata Cheng Hong dalam sambutannya.

Sementara itu Presiden PT SGMW Motor Indonesia, Xu Feiyun, mengatakan pihaknya telah membangun 50 dealer di Indonesia untuk menyediakan penjualan dan layanan purna jual. "Kedepannya mobil yang diproduksi akan diekspor ke negara-negara ASEAN dan berbasis di Indonesia," kata Hu Feiyun.

Keyakinan PT SGMW Motor Indonesia menanamkan investasinya di Indonesia didasarkan pada sejumlah faktor. Menurut Hu Feiyun kebijakan liberal, stabilitas politik, dan adanya lingkungan investasi yang baik merupakan alasan dan jaminan penting bagi PT SGMW Motor Indonesia untuk pembangunan jangka panjang.

PT SGMW Motor Indonesia merupakan proyek dari tiga pemegang saham utama, yaiki SAIC, General Motors, dan Guangxi Automobile. Di acara peresmian ini, Wuling Motors meluncurkan mobil dengan merk Confero S. Kandungan lokal kendaraan ini diklaim telah mencapai 56 persen.

AMIRULLAH SUHADA

#Mobil
#Kementerian Perindustrian
#Airlangga Hartarto

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi