Pasca Brexit, Penjualan Mobil di Inggris Anjlok Hingga 9,3 Persen
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan
Senin, 7 Agustus 2017 11:00 WIB
Seorang pria berjalan melewati mobil di luar dealer mobil di London, Senin (6/4). Penjualan mobil baru di Inggris turun 30,5 persen pada bulan Maret tahun ini. AP Photo/Lefteris Pitarakis

TEMPO.CO, Jakarta -Penjualan mobil baru di Inggris terus menunjukkan tren negatif. Pada Juli lalu, penjualan mobil baru untuk seluruh segmen anjlok hingga 9,3 persen.

Dikutip dari Reuters, dalam tujuh bulan tahun ini, penjualan mobil ke pasar swasta turun sebesar 5 persen, registrasi bisnis turun 0,2 persen, penjualan armada naik tipis di kisaran 0,1 persen. Adapun total penjualan turun 2,2 persen.

Penurunan penjualan ini disebabkan oleh turunnya kepercayaan konsumen terutama disebabkan oleh keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

"Pemerintah harus bertindak cepat untuk menyusun rencana mengenai Brexit," kata Mike Hawes, Chief Executive Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT).

Dari data yang dirilis SMMT, penjualan mobil baru yang menggunakan bahan bakar alternatif justru melonjak, yakni mencapai 64,9 persen.

Ini merupakan langkah sigap produsen dan konsumen setelah pemerintah setempat mengumumkan akan melarang penjualan mobil diesel dan bensin pada 2040 mendatang.   GRANDY AJI|SETIAWAN ADIWIJAYA

#Mobil

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi