Ngabuburit Bareng Komunitas Motor Trail di Semarang
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 5 Juni 2017 18:02 WIB
TEMPO.CO, Semarang: Memasuki bualn Ramadan, tidak membuat pecinta Trail kota Semarang ini berhenti menjalankan hobinya. Untuk menjaga stamina dan kebugaran, mereka tetap tancap gas menerabas hutan menaiki dan menuruni bukit meteseh di wilayah Tembalang, Semarang. Hanya selama Ramadan aktifitas mereka dibatasi dan dilakukan sore menjelang berbuka puasa. Bagi pehobi motor Trail, bulan puasa tentunya akan berpengaruh pada fisik mereka. Namun itu bukan kendala utama, sebab olahraga ringan akan bisa menjaga kebugaran disela-sela aktifitas pekerjaan keseharian mereka. Di bulan puasa, kelompok ini tidak mengajak kelompoknya untuk mengadakan adventure keluar wilayah seperti hari biasa. Namun mereka melakukan latihan menaklukkan tanjakan dan turunan terjal di wilayah mereka sendiri. Melintasi tepian hutan, mereka mengarah bukit Meteseh, tempat latihan rutin setiap akhir pekan. Wilayah ini memang beberapa kali digunakan untuk Kejurnas Super Adventure Offroad Team. Kelompok trabas inipun sudah hafal medan yang dilaluinya. Sejumlah motor trail maupun modifikasi mengikuti leader sebagai bentuk kekompakan komunitas mereka. Resa Gozali salah satu pentolan trail mengatakan untuk menaklukkan tanjakan curam harus mempunyai skill yang bagus, selain skill, harus mempunyai fisik dan mental yang bagus pula. Sementara Fravarta Sadman ketua komunitas trail mengatakan bahwa puasa bukan halangan untuk menyalurkan hobinya, hanya intensitasnya yang di kurangi. Saat Ramadan komunitasnya bermain di sore hari atau bisa disebut juga ngabuburit. Jurnalis Viudeo: Budi PurwantoEditor/Narator: Ridian Eka Saputra