Panasonic-Toyota Kolaborasi Kembangkan Mobil Listrik
Reporter: Terjemahan
Editor: Wawan Priyanto
Rabu, 13 Desember 2017 18:40 WIB
Logo Toyota Motor Corp yang digambarkan pada mesin kendaraan hybrid saat di showroom perusahaan di Tokyo, 24-9, 2012. Toyota akan merilis 21 model baru kendaraan hibrida selama tiga tahun ke depan. REUTERS/Yuriko Nakao
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Tokyo - Panasonic dan Toyota Motors melakukan kerja sama dalam bidang pengembangan kendaraan listrik. Panasonic akan menjadi pemasok baterai lithium-ion untuk mobil listrik dan hybrid plug-in buatan Toyota.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebelumya Panasonic telah melakukan kerja sama serupa dengan produsen kendaraan mewah asal Amerika, Tesla. Berdasarkan data Nomura Research yang dilansir Reuters pada Rabu, 13 Desember 2017, Panasonic merupakan penguasa 29 persen baterai dan hybrid plug-in pada kendaraan listrik.

Baca: Toyota Bikin Terobosan Baterai Mobil Listrik, Dirilis pada 2022

Sementara itu saingan mereka, LG Chem, memegang 13 persen pasar, diikuti oleh perusahaan asal Cina, BYD Co, yang menguasai 10 persen pasar, dan Contemporary Amperex Technology (CATL) dengan pangsa pasar sebesar 9 persen.

Mika Nishimura, Analis dari Credit Suisse, berpendapat bahwa bekerjasama dengan pembuat mobi dari tahap awal dapat membuat produsen baterai membuka skala ekonomi mereka ke tahap yang lebih jauh lagi.

Simak: Toyota: 4 Syarat Teknologi Mobil Listrik Dibawa ke Indonesia

"Kemitraan juga memungkinkan pembuat baterai untuk berbagi biaya litbang dan belanja modal dengan produsen mobil sampai batas yang ditentukan," ujar Nishimura. 

Panasonic menjadikan baterai sebagai rencana utama mereka dalam upaya menggandakan  pendapatan bisnis mereka di sektor otomotif. Panasonic menargetkan meraih untung sebesar US$ 22,05 miliar pertahun hingga Maret 2022.

Berdasarkan target di atas, Panasonic akan memperbesar kapasitas produksi baterai mereka secara global.

Sementara itu, pihak Toyota sebelumnya berencana untuk membuat produk mobil listrik murni yang mulai dipasarkan pada tahun 2020, sebagai target utama mereka di bidang green-car.

REUTERS | NAUFAL SHAFLY

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi