Dampak Terburuk Pakai Oli Palsu: Mesin Jebol
Reporter: Naufal Shafly
Editor: Eko Ari Wibowo
Rabu, 24 Januari 2018 19:10 WIB
Lembaran label, stiker serta oli palsu menjadi barang bukti, penggrebekan pembuat oli palsu. Pelaku memalsukan berbagai merek oli terkenal, dengan memberi bahan kimia pada oli bekas, dan dikemas seperti baru untuk diedarkan ke sejumlah toko. Semarang, 19 Maret 2015. TEMPO/Budi Purwanto
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Akhir-akhir ini, banyak oli palsu yang beredar di pasaran, hal tersebut tentunya merugikan konsumen dari sisi keawetan kendaraan. Penggunaan oli palsu memiliki beberapa dampak buruk bagi mesin. Menurut Muhammad Fikri, kepala mekanik Honda Berdikari Motor Tangerang Selatan, penggunaan oli palsu pada sepeda motor dapat menimbulkan kerusakan pada mesin.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Dampaknya bisa merusak mesin, sirkulasi olinya jadi tidak normal, bisa mampet di pompa oli. Karena kalau sedikit aja ada kotoran masuk ke pompa oli, itu bisa bikin mampet oli,” ujar Fikri pada Rabu, 24 Januari 2018.

Baca: Begini Cara Mudah Membedakan Oli Palsu dan Asli

Fikri menjelaskan, kotoran yang mungkin terdapat pada oli palsu dapat membuat sirkulasi oli pada dinding silinder akan terhambat dan membuat dinding silinder menjadi kering. Hal tersebut dapat berakibat fatal jika dibiarkan, dan dapat merambat ke komponen lainnya.

“Bahaya banget. Kalau motor empat tak hampir semuanya bisa kena. Karena kalau motor empat tak, sekali aja olinya kering atau sirkulasinya macet pasti bakal merembet ke semuanya,” ujar Fikri.

Menurutnya, kemungkinan terburuk jika kendaraan terlalu sering menggunakan oli palsu adalah turun mesin. Ia menjelaskan, mesin akan mengalami overheat atau panas berlebih. Jika itu terjadi, Fikri berpendapat perbaikannya memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Baca: Ingin Motor Custom Jokowi tapi Kantong Pas-pasan, Ini Solusinya

“Tergantung kerusakannya sih yang pasti, tapi ya kira-kira estimasinya bisa 1 jutaan, tapi setelah di bongkar kadang malah bisa lebih,” ujar Fikri.

Ia juga berpesan agar pengguna sepeda motor menggunakan oli yang original daripada oli palsu meski murah, karena meskipun sepele, hal tersebut akan berdampak besar jika diabaikan.

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi