Honda PCX Electric: Tetap Nyaman, Tenaga Kurang Nonjok
Reporter: Gooto.com
Editor: Eko Ari Wibowo
Senin, 4 Februari 2019 08:24 WIB
Menjajal Honda PCX Electric di halaman JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis 31 Januari 2019. Dok AHM
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Honda PCX Electric telah diluncurkan oleh PT Astra Honda Motor belum lama ini. PCX ini mengandalkan motor listrik dengan energi dari dua baterai lithium-ion masing-masing 50,4V dengan densitas tinggi yang dipasang secara serial. Dua unit baterai mampu menjalankan sepeda motor sekitar 69 km dalam sekali pengisian penuh berdasarkan hasil pengujian dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam secara konstan. Konstruksi motor listrik menggunakan struktur Interior Permanent Magnet (IPM) demi mendapatkan efisiensi energi dan performance motor listrik yang optimal.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Baca: Tahan Berapa Tahun Baterai Honda PCX Electric?

Ketika Tempo menjajal motor ini agak kaget karena motor listrik ini tanpa suara dan hening. Ketika starter dipencet hanya muncul status ready di dasbor artinya motor siap digas. Akselerasinya pun lembut masih kalah galak dengan Honda PCX 150 bahkan dari Honda Beat sekalipun. Saat di trek lurus sekitar 200 meter, Tempo mampu meraih kecepatan puncak 56 kilometer per jam. 

Development Manager Honda R&D Japan Makoto Mitsukawa mengatakan menyiapkan Honda PCX listrik sesuai dengan penelitian bahwa rentang kecepatan yang digunakan pengendara di Asia sekitar 40-50 kilometer per jam. Bahkan, motor ini masih oke dikendarai melewati jalur menanjak.

Maklum Honda PCX Electric memiliki tenaga maksimum 4.2kW atau sekitar 5,7 PS masih kalah dari Beat sekitar 7 PS. Menurut data, torsi maksimal 18 Nm @500 rpm cukup nonjok hanya saja dengan berat 144 kilogram lebih berat 12 kilogram dari PCX 150. Namun handling PCX Elektrik ini cukup ringan dan nyaman dipakai berkelak-kelok, agak mereng-mereng pun ban ukuran 100/80-14 di depan dan 120/70-14 tetap stabil tanpa gejala slip.

Baca: Honda PCX Electric Hanya Disewakan, Simak Tarifnya

Hanya saja dengan melarnya sumbu roda sekitar 67 mm akibat pengunaan dua baterai mengakibatkan kurang gesit ketika dipakai selap-selip. Bodi bongsor juga akan sedikit menyusahkan saat manuver. Namun ada kelebihannya, jok dan dek tetap nyaman senyaman PCX 150 tak ada beda. Kenyamanan tersebut juga ditunjang dengan penggunaan suspensi belakang lebih panjang, dipadukan dengan letak motor listrik yang optimal. Hal ini berkontribusi terhadap rendahnya getaran yang dihasilkan dan pengendaraan yang halus.

Pengereman sangat handal karena Honda PCX Elektrik sudah mengadopsi rem cakram dengan Antilock Brake System single channel. Adapun pengereman belakang masih menggunakan teromol namun tetap efektif menghentikan laju motor.

Dalam menelurkan produk ini, AHM menjamin PCX Listrik aman yaitu jok dan colokan yang belum ditutup sempurna maka motor tidak akan bisa jalan. Keamanan juga dijamin ketika terjadi tabrakan maupun kondisi hujan. 

Pengujian yang dilakukan berupa tes getaran karena saat melewati jalan yang kasar tentu akan memberikan getaran pada baterai tidak mengganggu kinerja. Kemudian, tes benturan untuk menguji saat terjadi tabrakan atau kecelakaan baterai tidak mengeluarkan nyala api. Pengujian panas untuk menguji dengan cuaca ekstrem tidak membuat baterai meledak. Terakhir pengujian air sebagai langkah untuk memastikan bahwa baterai aman dan tidak nyetrum. "Honda memberikan jaminan keamanan untuk konsumen," kata Mitsukawa.

Baca:  Honda PCX Electric Belum Dipasarkan, Simak Alasannya

Riset akan terus berjalan selama penyewaan dengan mengambil data dari konsumen Honda PCX Electric. Melalui riset itu, Presiden Direktur PT Astra Honda Motor, Toshiyuki Inuma berharap ke depan kendaraan listrik bisa lebih terjangkau.

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi