Peduli Lingkungan, Volvo Tak Lagi Pakai Kulit Sapi dalam Produksi Mobilnya
Reporter: Non Koresponden
Editor: Rafif Rahedian
Sabtu, 25 September 2021 09:00 WIB
Logo Volvo. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

GOOTO.COM, JakartaVolvo dikabarkan tidak akan lagi menggunakan kulit sapi dalam proses produksi mobilnya. Keputusan ini muncul dari keprihatinan Volvo seputar dampak lingkungan dari peternakan sapi, yang bisa memicu emisi gas rumah kaca.

“Menjadi pembuat mobil progresif mengharuskan kita untuk menangani semua bidang keberlanjutan, bukan hanya emisi CO2,” ujar Stuart Templar, direktur keberlanjutan global di Volvo Cars, dikutip dari Autoblog.

Langkah ini sudah terlihat dari mobil listrik Volvo C40. Dalam pembuatan kendaraan barunya tersebut, perusahaan dikabarkan mengganti kulit sapi dengan bahan yang dinamakan Nordico.

Nordico sendiri merupakan bahan yang dirancang dan dibuat oleh Volvo. Produsen mobil asal Swedia tersebut berharap hal ini menjadi sebuah standar baru untuk desain interior premium.

Volvo menjelaskan bahwa Nordico terdiri dari tekstil yang dihasilkan dari botol PET daur ulang, gabus daur ulang dan bahan bio yang bersumber dari hutan di Swedia dan Finlandia. 

Selain Nordico, Volvo mengatakan akan terus menawarkan opsi interior campuran wol yang disertifikasi. Di luar opsi itu, perusahaan juga masih terus meneliti lebih banyak bahan pengganti kulit hewan, yang dapat digunakan sebagai penutup jok dan interior.

“Sumber yang bertanggung jawab adalah bagian penting dari pekerjaan itu, termasuk menghormati kesejahteraan hewan. Menjadi bebas kulit di dalam mobil listrik murni kami adalah langkah selanjutnya yang baik untuk mengatasi masalah ini.” tutup Stuart.

Baca: Volvo Meluncurkan Mobil Listrik Premium Concept Recharge

HEDWIGE | AUTOBLOG

.

#Volvo
#Kulit
#Produksi Mobil
#peduli lingkungan
#Mobil Listrik
#Sapi

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi