Ketahui 4 Penyebab Air Pembersih Kaca Mobil Tidak Keluar
Reporter: Dicky Kurniawan
Editor: Rafif Rahedian
Senin, 25 Maret 2024 16:00 WIB
Reservoir pada mobil Peugoet. (Foto: Peugoet)
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Air pembersih kaca mobil yang tidak keluar dapat menjadi masalah yang mengganggu perjalanan, terutama saat kondisi hujan. Masalah air kaca mobil tidak keluar ini dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari kerusakan pompa air hingga masalah kabel pengontrol.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Melansir laman Auto2000 hari ini, Senin, 25 Maret 2024, untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem air mobil dan memperbaiki atau mengganti bagian yang rusak atau tersumbat. Perbaikan bisa dilakukan di bengkel resmi terdekat.

Namun, pengendara perlu mengetahui penyebab dari air kaca mobil tidak keluar. Berikut redaksi Gooto merangkum detailnya:

1. Kerusakan Pompa Air

Pompa air berperan penting dalam menyemprotkan cairan pembersih kaca mobil. Air kaca mobil yang tidak keluar kemungkinan disebabkan kerusakan pada pompa air.

Jika hal tersebut terjadi, maka akan menghambat aliran cairan pembersih sehingga menyebabkan air tidak keluar saat wiper mobil diaktifkan.

2. Tersumbatnya Saluran Air

Saluran air yang tersumbat dapat membuat air kaca mobil tidak keluar. Biasanya disebabkan kotoran atau kerak yang menumpuk sehingga menghambat aliran cairan pembersih. 

3. Kehabisan Cairan Washer Fluid

Cairan washer fluid yang habis bisa mengakibatkan air kaca mobil tidak keluar. Cairan ini berperan penting dalam membersihkan kaca mobil. Saat cairan ini habis, maka akan menghambat penyemprotan air saat wiper mobil diaktifkan.

4. Sakelar atau Kabel Pengontrol Bermasalah

Jika sakelar atau kabel pengontrol yang mengontrol penyemprotan air mengalami kerusakan atau kabelnya putus, maka sinyal untuk menyemprotkan air tidak akan terkirim dengan baik. Sehingga hal itu mengakibatkan air tidak keluar saat diperlukan.

Pilihan Editor: 3 Fakta yang Terjadi di MotoGP Portugal, Pedro Acosta Ukir Sejarah

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di membership.tempo.co/komunitas pilih grup GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi