Joe Biden Diminta Larang Permanen Kendaraan Listrik Cina di AS
Reporter: Dicky Kurniawan
Editor: Kusnadi Chahyono
Minggu, 14 April 2024 06:44 WIB
YangWang U9 gunakan model pintu gunting. (Foto: BYD)
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Ketua Komite Perbankan Senat AS mendesak Presiden Joe Biden untuk melarang permanen peredaran kendaraan listrik buatan Cina di negaranya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Anggota parlemen AS mendorong agar Joe Biden mengambil tindakan terhadap produsen mobil Tiongkok.

"Saya mohon Anda mengambil tindakan yang berani dan agresif dan melarang secara permanen kendaraan listrik yang diproduksi oleh perusahaan Tiongkok atau anak perusahaan apa pun yang mereka dirikan untuk menyembunyikan asal-usulnya," kata Sherrod Brown, seorang senator Demokrat, dikutip dari Reuters pada hari ini, Minggu, 14 April 2024.

Brown mengharapkan tindakan dari Biden ini bisa dilakukan dalam waktu cepat. Sebab, dia menilai kendaraan listrik Cina ini merupakan ancaman nyata bagi industri otomotif Amerika Serikat.

Pada Maret lalu, Joe Biden mengatakan bahwa kendaraan Tiongkok yang membanjiri pasar AS dapat menimbulkan risiko keamanan nasional. Dia dengan tegas menyatakan bahwa tidak akan membiarkan hal itu terjadi di bawah pemerintahannya.

Sebelum menyerukan untuk pelarangan permanen, bulan lalu Brown bersama dua rekan senatornya telah meminta Joe Biden untuk secara drastis menaikkan tarif impor kendaraan listrik Cina guna mengatasi risiko keamanan nasional.

Anggota parlemen lain juga berkomentar bahwa produsen mobil Cina dapat merakit kendaraan berbiaya rendah di Meksiko agar mereka dapat memenuhi syarat untuk kredit pajak kendaraan listrik AS.

Kabarnya, Joe Biden tengah mempertimbangkan untuk menaikkan tarif kendaraan listrik asal Tiongkok. Surat yang dikirimkan kepada Biden soal pelarangan permanen kendaraan listrik ini akan mendorong Biden untuk mengambil langkah cepat dalam mencegah impor kendaraan Cina.

DICKY KURNIAWAN | REUTERS

Pilihan Editor: BMW Group Akui Alami Peningkatan Minat Mobil Listrik

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi