Permintaan NEV di Cina Melonjak Hingga Melebihi Kapasitas Produksi
Reporter: Dicky Kurniawan
Editor: Kusnadi Chahyono
Selasa, 21 Mei 2024 19:00 WIB
Pengunjung melihat kendaraan listrik Xiaomi SU7 yang ditampilkan di Pameran Otomotif Internasional Beijing, atau Auto China 2024, di Beijing, Cina, 25 April 2024. Xiaomi SU7 terdapat tiga varian mobil yang dibedakan dari torsi dan daya jelajahnya. REUTERS/Tingshu Wang
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Seorang pejabat di Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina, He Hailin mengatakan bahwa permintaan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) di Tiongkok mengalami lonjakan. Bahkan, jumlah permintaannya melebihi kapasitas produksi NEV itu sendiri.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

He membantah bahwa Cina kelebihan kapasitas produksi mobil dibandingkan jumlah permintaannya. Dia menilai bahwa kapasitas produksi suatu negara yang melampaui permintaan domestik merupakan fenomena yang lazim dan normal di seluruh dunia. 

"Dalam sebuah ekonomi pasar, jumlah penawaran dan permintaan selalu bervariasi. Keseimbangan antara penawaran dan permintaan bersifat relatif, sementara ketidakseimbangan merupakan hal yang lazim," ujar He, dikutip dari Kantor Berita Xinhua pada hari ini, Selasa, 21 Mei 2024. 

"Sektor NEV sedang mengalami ekspansi pesat, dan kita tidak bisa menyimpulkan bahwa ada kelebihan kapasitas hanya berdasarkan tingkat pemanfaatan kapasitas yang telah diperhitungkan," katanya menambahkan.

He mengatakan bahwa belum ada standar internasional yang terpadu dan diakui untuk menentukan dan mengukur kelebihan kapasitas. Meskipun tingkat pemanfaatan kapasitas dapat digunakan sebagai salah satu indikator acuan, tetapi berbagai faktor harus dipertimbangkan, seperti karakteristik industri, siklus pasar, kinerja perusahaan, potensi pengembangan, serta pasar domestik dan internasional.

Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memperkirakan permintaan global untuk NEV bisa mencapai mencapai 45 juta di tahun 2030. Angka tersebut meningkat 4,5 kali lipat bila dibandingkan dengan tahun 2022.

IEA juga memperkirakan penjualan mobil listrik global di tahun ini akan terus meningkat, diprediksi mencapai sekitar 17 juta hingga akhir 2024. Penjualan itu meningkat sekitar 25 persen dari tahun ke tahun pada kuartal pertama tahun ini, setara dengan yang terjual pada sepanjang tahun 2020.

Pilihan Editor: Honda Kejar Target Elektrifikasi Mobilnya pada Tahun 2024

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi