Pemerintah Kejar Target 15 Juta Kendaraan Listrik di 2030, Infrastrukturnya Sudah Siap?
Reporter: Dicky Kurniawan
Editor: Kusnadi Chahyono
Senin, 27 Mei 2024 06:37 WIB
Pengunjung melihat salah satu stan pameran otomotif Periklindo Electric Vehicles Show (PEVS) 2024 di Jakarta International Expo (JIEXpo), Kemayoran, Jakartra, Selasa 30 April 2024. PEVS 2024 diikuti 116 peserta dari merk mobil dan motor listrik, industri pendukung, hingga aksesoris kendaraan. TEMPO/Tony Hartawan
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menargetkan kendaraan listrik di antaranya 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit motor listrik bisa beroperasi pada tahun 2030. Target ini disebut sebagai bagian dari strategi percepatan program kendaraan listrik dan pembentukan ekosistemnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Selain itu, akselerasi transisi energi menuju net zero emission pada 2060," kata Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Tjahaja, dikutip dari Tempo.co pada hari ini, Senin, 27 Mei 2024.

Menurut Agus, target ini diharapkan dapat menghemat energi sebesar 29,79 milion barrel oil equivalent (MBOE) dan mengurangi emisi gas buang sebanyak 7,23 juta karbon dioksida (CO2). 

Namun, Agus juga menuturkan bahwa mengejar target tersebut harus bersamaan dengan pembentukan ekosistem kendaraan, misalnya ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang kuat. Pemerintah sendiri menargetkan penambahan 48.188 unit stasiun pengisian daya dan 196.179 unit stasiun swap pada tahun 2030.

Per April 2024, jumlah total stasiun pengisian daya yang sudah tersedia baru ada 1.566 unit dan 1.772 unit stasiun swap baterai. Saat ini, pemerintah juga tengah mengejar pengembangan rantai pasokan ekosistem baterai kendaraan, mulai dari hulu ke hilir.

"Indonesia telah memiliki sembilan perusahaan yang mampu mengolah bijih nikel menjadi nikel dan kobalt sulfat. Dari sembilan perusahaan, empat sudah beroperasi, tiga dalam tahap konstruksi, dan sisanya masih studi kelayakan," kata Agus.

"Proyek berikutnya yang perlu dilaksanakan dan dipromosikan adalah pembuatan prekursor baterai, katoda, sel baterai, dan baterai," ucapnya memungkasi.

Pilihan Editor: Neta V-II Meluncur, Model V Lama Dipastikan Masih Dijual

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi