VinFast Digugat Rp 5 Miliar, Tersandung Masalah Sewa Tempat
Reporter: Erwan Hartawan
Editor: Rafif Rahedian
Rabu, 29 Mei 2024 14:00 WIB
Mobil VinFast hadir pada pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 15 Februari 2024. VinFast merupakan merek mobil yang dikelola oleh Vingroup, perusahaan real estate terkemuka di Vietnam. Dengan target produksi 500.000 kendaraan di Vietnam pada tahun 2025, VinFast menunjukkan ambisi besar dalam industri otomotif. VinFast berhasil mendapatkan pinjaman sebesar US$ 800 juta dari Credit Suisse Group untuk mendirikan fasilitas perakitan di kota Haiphong, Vietnam. TEMPO/Tony Hartawan
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Produsen otomotif dari Vietnam, VinFast digugat oleh sebuah perusahaan jasa real estate SPG Center di pengadilan California, Amerika Serikat (AS). Gugatan itu dikeluarkan karena VinFast dianggap belum membayar sewa di salah satu tokonya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dilansir dari Carscoops, perusahaan asal Amerika tersesebut menegaskan bahwa VinFast berhenti membayar sewa tempat di sebuah pusat perbelanjaan Palo Alto pada Mei 2023. Hasilnya, VinFast berhutang selama setahun dengan total 356.000 dolar AS (Rp 5,7 miliaran).

Perusahaan real estate itu menambahkan jika pihaknya telah mengirimkan pemberitahuan kepada produsen mobil Vietnam untuk membayar atau berhenti pada 26 April. Tetapi mereka menyebutkan bahwa VinFast tidak menanggapi pemberitahuan tersebut hingga batas waktu, yakni 1 Mei.

Meskipun demikian, pihak VinFast mengklaim telah menanggapinya dengan mengatakan bahwa mereka sudah melakukan pembayaran sewa bulanan.

“Kami telah melakukan pembayaran sewa bulanan hingga dan termasuk Maret 2024. Kami telah menangguhkan pembayaran sewa sejak April 2024 karena negosiasi yang sedang berlangsung dengan pemilik untuk mengubah perjanjian sewa,” kata VinFast dalam pernyataannya.

Masalah ini bukan yang pertama dialami VinFast di tahun ini. Sebelumnya pabrikan yang berbasis di Hanoi, Vietnam ini terlibat skandal keselamatan dengan menewaskan sebuah keluarga beranggotakan empat orang.

Pada April 2024, Tarun dan Rincy George serta kedua anaknya tewas ketika VF 8 yang dilajukan saat itu menabrak pohon hingga membuat mobil terbakar di Pleasanton, California.

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menerima keluhan dari pemilik VF 8 yang meminjamkannya kepada George, yang mengungkapkan bahwa dia sebelumnya mengalami masalah kemudi pada SUV tersebut dan khawatir masalah ini mungkin menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Pilihan Editor: Usai Cedera, Mario Aji Raih Poin Perdana di Moto2 Catalunya 2024

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi