FIA Mengutuk Briatore Soal Bocornya Dokumen Banding
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 13 November 2009 09:17 WIB
TEMPO Interaktif,London:Federasi Otomotif Internasional (FIA) menyerang balik mantan bos tim Renault Flavio Briatore setelah dirinya menuduh badan tersebut menyalahgunakan kekuatannya terkait hukuman seumur hidup yang diberikan kepadanya.

Briatore mendapat sanksi seumur hidup tak boleh berkecimpung lagi dalam dunia Formula Satu, September lalu setelah FIA mendapatkan buktti bahwa pembalapnya, Nelson Piquet telah dimininta untuk secara sengaja menabrakkan mobilnya pada Grand Prix Singapura tahun lalu.

Renault mendapat hukuman tambahan terkait skandal pengaturan race sementara kepala teknis tim Pat Symonds, yang menjadi tangan kedua Briatore, mendapat larangan berkiprah di F1 selama lima tahun.

Koran Guardian melansir bahwa Briatore sedang mencari dana sedikitnya 1 juta euro (setara Rp 14 miliar) sebagai kompensasi, juga pembatalan penalti yang diberikan kepadanya ketika proses bandingnya digelar di pengadilan Paris pada 24 November mendatang.

Briatore menuduh FIA, yang dipimpin mantan Preisden FIA Max Mosley, jelas-jelas “dibutakan oleh keininginan yang menggebu-gebu untuk membalaskan dendam pribadinya dalam kasus yang menimpa dirinya.”

Briatore mengatakan FIA telah melanggar haknya untuk mendapat pengadilan yang adil dan juga mengecam badan tersebut “eksesif dan menyalahgunakan kekuasaannya.”

Dalam pernyataannya, FIA mengutuk “bocornya perihal khusus banding yang akan dilakukan Briatore di pengadilan Prancis.”

“FIA menolak tuduhan yang dibuat dalam perihal banding yang telah bocor dan menyatakan bahwa keputusan untuk memberi sanksi kepada Tuan Briatore dibuat atas dasar mayoritas kesepakatan anggota FIA yang hadir,” tegas pernyataan resmi FIA.

Briatore menjadi tokoh sentral dalam Asosiasi Tim F 1 (FOTA), yang mengancam pada awal tahun ini untuk membentuk seri tandingan setelah bertikai dengan Mosley terkait pemotongan pengeluaran tim-tim F-1.

Guardian menyatakan pernyataan Briatore di pengadilan Paris yang menyatakan ada “pertikaian panas” antara Briatore dengan Mosley.

Mosley mundur dari jabatan Presiden FIA setelah pada tahun terakhir masa jabatannya dibayang-bayangi berita di tabloid tentang keterkaitannya dengan skandal seks sado masokis dengan pelacur pada 2008.

Pengadilan di Paris yang akan menggelar banding Biratore juga mendapat perhatian luas. Itu lantaran Briatore juga menjadi pemilik klub divisi dua Skotlandia, Queens Park Rangers.

Jika larangan terhadap Briatore tetap dijalankan, pria yang terkenal flamboyan itu akan dipaksa mundur dari QPR di bawah peraturan kepatutan dan kelayakan pribadi seseorang.

REUTERS | BAGUS WIJANARKO

#F1

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi