Mazda BT-50: Jagoan Medan Berat  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 8 Maret 2011 00:03 WIB
Mazda BT-50 (Raju Febrian/TEMPO)
TEMPO Interaktif, Jakarta - "Lho, mau test drive double cab kok masuk ke perumahan?" Saya dibuat bingung ketika tujuh unit Mazda BT-50 memasuki Rumah Kebun di kawasan pinggiran kota Samarinda, Kalimantan Timur, akhir bulan lalu. Bukan apa-apa, awalnya PT Mazda Motor Indonesia (MMI) menyebut kami akan menguji double cab andalan mereka itu dalam acara bertema BT-50 Ride and Drive.

Sebelumnya saya mengemudikan mobil ini dari Balikpapan menuju Samarinda. Jelas tak ada tantangan karena kami melalui jalanan aspal. Nama pikap kabin ganda, ya makanannya seharusnya adalah 'jalanan berat'. Maklum, mobil jenis ini memang lebih ditujukan untuk industri seperti pertambangan, perkebunan dan daerah-daerah terpencil. Tapi ini? Perumahan.

Tapi saat kami menjajal track buatan yang disiapkan Mazda bersama Leo Firmanto dari Indonesia Smart Driving Company (ISDC), saya baru sadar jika jalur yang kami lalui tidak enteng. Buktinya, baru 400-an meter seorang rekan sudah terjebak jalanan lumpur yang cukup dalam. Setelah berkali-kali mencoba melepaskan diri, mobil akhirnya baru bisa ditarik dengan bantuan mobil lain.

Dalam test kali ini MMI membawa tiga model BT-50 yaitu Double Cabin High 4x4, Double Cabin Mid 4x4, dan Freestyle Cabin 4x4. Namun secara bentuk BT-50 dibangi dalam tiga model yaitu Single Cab, Double Cab, dan Freestyle Cab. Satu model baru yang diperkenalkan adalah Chassis Cab.

Dibandingkan model lain, BT-50 masih menggunakan mesin MZ-DE 2.5 liter yang dilengkapi dengan indirect turbo incooler. Mesin ini memang sedikit tertinggal dari pesaingnya yang sudah menggunakan teknologi commonrail. Namun, keuntungan mesin ini membuat BT-50 bisa melahap semua jenis bahan bakar solar.

"Ini membantu konsumen yang berada di arena yang solarnya tidak terlalu bagus," kata Bonar Damarjati Pakpahan, Product Planner PT MMI yang mendampingi kami.

Lepas dari Rumah Kabun, kami menuju track kedua di daerah Palima Bukit Pinang. Nah, kali ini jalur yang kami hadapi adalah hutan dengan rumput yang licin serta jalanan tanah. Di sini kami mendapat kesempatan menguji kenyamanan. Okelah, BT-50 memang double cab tapi bukan berarti urusan kabin dibuat seadanya.

Seluruh Mazda BT-50 (termasuk model Freestyle Cab) dibangun dengan kerangka berbentuk tangga (ladder frame) yang kokoh, yang juga dilengkapi oleh struktur Triple-H dan pintu impact bars built in. Untuk memaksimalkan pandangan pengemudi, Mazda BT-50 juga dilengkapi dengan kaca pintu yang lebar, dengan tinggi hip-point yang optimal untuk menambahkan keamanan.

Beberapa tipe Mazda BT-50 (double Cab High Grade) juga dilengkapi dengan airbags untuk pengemudi dan penumpang, dan front seatbelt pretensioners dan load limiters. Sedangkan sistem audio juga oke punya untuk hiburan sepanjang perjalanan.

Setelah lepas dari rute ini, saya berpikir acara kami sudah selesai. Ternyata kami masih menjajal rute ketiga di Gunung Permasip kawasan Graha Indah. Meski berada di pinggiran kota Samarinda, kawasan yang menjadi sentra batu kapur dan karang ini, ternyata punya jalur super jelek. Kami harus melewati jalanan berbatu yang terjal dengan kemiringan lumayan.

Di sini kami bisa menguji ketangguhan mesin dan rem BT-50 yang berperforma tinggi. Di beberapa tipe tertentu BT-50 dilengkapi dengan teknologi advanced vehicle control, termasuk 4 wheel antilock braking system (4W-ABS), dengan electronic brake distribution (EBD) dan Load Sensing Proportioning Valve, untuk menjamin kekuatan rem, baik dalam kondisi jalan yang licin dan beban yang beragam.

Jalanan tanah liat bercampur kapur makin licin lantaran hujan. Tapi semua bisa dilahap dengan mudah. "Mobil yang kita gunakan ini standar keluaran dari toko. Menandakan BT-50 ckp handal untuk melewati medan yg cukup berat," kata Kang Leo.

Menunggu Si Cantik

Mazda Motor sebenarnya sudah memperkenalkan All-New Mazda BT-50 di Australian International Motor Show, pertengahan Oktober lalu. Kehadiran generasi baru ini menimbulkan pertanyaan apakah pickup baru ini juga akan segera dilansir di Indonesia?

PT Mazda Motor Indonesia (MMI) sebagai pemegang merek Madza di Indonesia kabarnya sudah menyiapkan agendanya tahun depan. Yoshiya Horigome, Presiden Direktur MMI, beberapa waktu mengakui jika pihaknya tengah menguji kemungkinan memasarkan BT-50 di Indonesia. Namun ia masih enggan mengungkapkan rencananya dengan pasti.

Di tahun 2010 lalu, BT-50 menjadi penyumbang terbanyak kedua setelah duet hatchback dan sedan Mazda2. Sepanjang 12 bulan lalu, BT-50 terjual sebanyak 1.509 unit dari total penjualan Mazda sebanyak 6.012 unit.

Saat ini MMI memasarkan 8 varian BT-50 dengan rentang harga Rp 153 juta sampai Rp 306,5 juta. Model yang ada sekarang masih menggunakan mesin MZ-DE, In-line, 4 Cylinders, SOHC, 12-valve Indirect Injection Diesel berkapasitas 2.499 cc. Sementara model barunya, tampilannya dirombak habis-habisan sehingga lebih manis. Teknologi mesin tetap berkapasita 2.5 liter namun sudah diupgrade menjadi common-rail direct injection turbo. Duh, nggak sabar euy...

RAJU FEBRIAN 

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi