Sebagian Besar Pengemudi Tak Konsentrasi Saat Menyetir
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 12 Juli 2011 08:27 WIB
caradvice.com.au

TEMPO Interaktif, Washington - Berkonsentrasi saat mengemudi adalah hal yang wajib dilakukan. Selain kenyamanan terjaga, pengemudi juga bisa bermanuver dan memilih jalur yang tepat. Konsentrasi penuh saat mengemudi juga sangat menentukan keamanan berkendara.

Namun, sebuah penelitian yang dilakukan Governor Highway Safety Association (GHSA) yang merupakan kantor perwakilan dari Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional di negara bagian Amerika Serikat menunjukkan hasil memprihatinkan.

“Sebanyak 25–50 persen pengemudi kehilangan konsentrasi atau terganggu saat mengemudikan mobil,” demikian rilis lembaga itu seperti dilansir thecarconnection.com, Selasa, 12 Juli 2011.

Fakta itu bukanlah main-main dan tak berdasar. GHSA mengaku angka itu merupakan kesimpulan dari hasil penelitian yang diterbitkan dalam 250 naskah ilmiah sepanjang tahun 2000 hingga paruh pertama 2011. Makalah ilmiah tersebut kemudian dirangkum dalam sebuah makalah berisi 50 halaman dan diberi judul "Distracted Driving: What Research Shows and What States Can Do."

Beberapa penemuan penting dalam penelitian itu adalah:

1. Sebanyak 25–50 persen pengemudi tidak berkonsentrasi atau terganggu konsentrasinya saat mengemudi.

2. Beberapa hal yang menghalangi pengemudi saat sedang mengemudi adalah gangguan visual, misalnya berpaling dari jalan di depannya, membaca papan reklame, poster, dan lain-lain. Selain itu, mendengarkan suara atau bebunyian, seperti suara dari luar mobil, radio, tape, dan pemutar cakram padat juga menjadi faktor penurun konsentrasi lainnya.

3. Temuan lain yang tak kalah memprihatinkan adalah sepertiga dari responden mengaku menelepon saat mengemudi. Bahkan, satu dari delapan responden mengaku mengetik dan mengirim pesan singkat (SMS) melalui telepon seluler sambil mengendalikan mobil.

4. Sekitar 15–30 persen pengemudi yang terlibat kecelakaan mengakui hilangnya konsentrasi merupakan pemicu kecelakaan.

5. Menggunakan hands free untuk mempermudah berbicara saat menelepon ternyata tidak lebih aman dibandingkan berbicara langsung melalui telepon seluler. Penggunaan peranti itu tetap membutuhkan perhatian khusus sehingga konsentrasi pengemudi tetap tersita.

6. Responden mempercayai aturan yang melarang menelepon dan mengetik pesan singkat di telepon seluler dalam jangka panjang tidak memiliki dampak yang signifikan dalam mengurangi kecelakaan. Pasalnya, kehilangan konsentrasi bukan semata-mata karena dua kegiatan itu.

Selain enam alasan di atas, para peneliti juga menemukan faktor lain penyebab terganggunya konsentrasi pengemudi. Beberapa hal itu adalah kegiatan manual dan kognitif.

Kegiatan manual yang dimaksud adalah mengutak-atik sesuatu selain roda kemudi atau tuas persneling saat menggeser gigi. “Misalnya mengutak-atik peranti sistem audio, telepon genggam, membaca peta atau brosur, dan lain-lain.”

Adapun gangguan kognitif yang dimaksud adalah memikirkan sesuatu selain mengemudi. Masalah pekerjaan, rumah tangga, serta masalah sosial lain yang membebani pikiran merupakan beberapa hal yang menyebabkan terganggunya aspek kognitif.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi