Tips Mudik: Siasat Menyetir di Kala Hujan  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 12 Agustus 2011 10:33 WIB
sxc.hu

TEMPO Interaktif, Jakarta - Cuaca di Tanah Air akhir-akhir ini sulit ditebak. Cuaca yang semula terang benderang dan terik sinar matahari yang seolah merasuk ke pori-pori kulit, tiba-tiba berubah dengan turunnya hujan.

Bila Anda ingin melakukan perjalanan mudik Lebaran, sebaiknya memperhitungkan kemungkinan perubahan cuaca seperti itu. "Kita bukan berusaha menghindari kondisi alam seperti itu, tetapi bagaimana untuk menyiasatinya," tutur Nurdian Imansyah, offroader yang juga Instruktur Safety & Eco Driving Javaindo Adventure, saat ditemui di sela acara sosialisasi mudik aman dan nyaman yang digelar sebuah produsen ban, di Jakarta, Kamis, 11 Agustus 2011.

Menurut Iman, panggilan akrabnya, dalam menyiasati kondisi hujan yang datang tiba-tiba saat Anda di tengah perjalanan tentu dibutuhkan trik khusus. Pasalnya, pada saat itu kondisi jalanan juga penuh sesak dengan kendaraan pemudik.  "Di sisi lain, kita juga tidak paham atau hapal karakter atau kondisi lintasan yang akan kita lalui," ujar Iman.

Lantas, apa saja yang harus kita lakukan untuk menyiasati kondisi tersebut? Berikut tips dari Iman:

1.Kurangi kecepatan secara perlahan

Bila tiba-tiba hujan mengguyur bumi pada saat mobil Anda melaju dengan kencang, jangan panik. Tetap lakukan pengendalian mobil dengan tenang. Caranya, kurangilah kecepatan mobil Anda secara perlahan.

"Sebab, air deras mengalir menjadikan jalanan licin. Selain itu, keberadaan air menjadikan permukaan jalanan bersifat aquaplaning bagi kendaraan kita," kata Iman.

Aquaplaning merupakan keadaan di mana air  berada di antara ban dan permukaan jalan. Walhasil, traksi antara ban dengan permukaan jalan hampir tidak ada. Pasalnya, telapak ban atau ukiran ban tidak mampu membuang air ke samping dengan cepat. "Jadi, kendaraan seakan melayang dan sulit dikendalikan," terang Iman.

Oleh karena itu, segera turunkan kecepatan mobil dengan perlahan sembari menginjak pedal dengan pelan. Satu hal yang harus diingat, jangan mengarahkan mobil ke tepi jalan dan hindari melintas di bahu jalan yang berupa tanah karena justru akan berisiko tergelincir.

2. Jaga jarak dengan kendaraan lain

Upayakan untuk menjaga jarak dengan mobil atau kendaraan lain yang ada di depan Anda sekitar tiga atau dua mobil. Bila kondisi lalu lintas yang padat dan tidak memungkinkan hal itu, perkirakan jarak mobil Anda dengan kendaraan di depan masih memungkinkan dilakukan pengereman secara mendadak dengan aman.

Satu hal yang patut Anda ingat, dalam kondisi jalanan yang basah, maka mobil membutuhkan jarak yang lebih jauh untuk akan benar-benar berhenti kala direm. "Hal itu terjadi karena faktor aquaplaning sehingga sebagus apa pun rem mobil kita, tetap saja akan mengalami kondisi seperti itu," sebut Iman.

3.  Sebaiknya mengalah dan toleran

Bila Anda menghadapi kondisi seperti itu, maka sebaiknya mengalah jika ada pengemudi lain yang seolah tidak sabar dan ingin menerobos atau mendahului di jalur Anda. Toh, bila terjadi kemacetan atau tabrakan orang tersebut akan mendapat sanksi dari lingkungan sekitar.

"Artinya sebaiknya mengalah saja bila ada orang yang tidak sabar dan mengemudi secara agresif," saran Iman.

Meladeni pengemudi seperti itu selain akan menguras tenaga, juga akan memancing emosi. Padahal, emosi yang tidak stabil berpotensi memicu hilangnya konsentrasi kita.  "Tentu hal seperti itu akan membahayakan diri sendiri dan orang lain," jelas Iman.

4. Gunakan pengereman konvensional dan engine brake

Agar pengereman benar-benar efektif, mengingat kondisi jalanan yang basah dan licin, maka sebaiknya melakukan pengereman secara konvensional, yaitu menginjak pedal rem dan dibarengi engine brake. Hal itu diperlukan guna menghindari hilangnya traksi atau mobil Anda tergelincir.

Melalui pengereman dengan dua cara itu, pengendalian kendaraan tetap bisa dikuasai karena traksi ban akan selalu terjaga. Terlebih di bagian depan dan belakang mobil Anda juga terdapat kendaraan lain.

5. Jangan melakukan pengereman mendadak

Ingat dalam kondisi jalanan basah atau bahasa kerennya aquaplaning, laju mobil akan berhenti sempurna dalam beberapa puluh sentimeter di saat Anda menginjak pedal rem dalam-dalam. Bahkan Anda telah mengimbanginya dengan engine brake sekalipun.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak melakukan pengereman mendadak. Sebagai gantinya, Anda harus melakukan upaya pencegahan agar jangan melakukan pengereman mendadak, caranya dengan menjaga tingkat kecepatan mobil di kecepatan rendah.

Bila Anda terpaksa harus melakukan pengereman, maka lakukan dengan cara  kocok rem. Caranya, injak pedal rem kemudian lepaskan, dan ulangi beberapa kali hingga kecepatan mobil berkurang dalam jarak yang aman.  "Itulah perlunya kita menjaga jarak dengan kendaraan lain," tandas Iman.

ARIF ARIANTO

#Puasa-Lebaran 2011

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi