7 Langkah Menjadikan Motor Irit BBM Saat Mudik  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 18 Agustus 2011 12:35 WIB
Tempo/Tony Hartawan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Mudik Lebaran menggunakan sepeda motor memang lebih praktis dan murah. Pasalnya, selain lebih mudah menelusuri jalur alternatif, ongkosnya pun jauh lebih murah. Namun dengan catatan, sepeda motor yang digunakan benar-benar dalam kondisi prima dan irit bahan bakar minyak (BBM).

"Keduanya merupakan syarat mutlak untuk kenyamanan mudik. Terlebih, jalanan macet dengan karakter lintasan yang beragam," kata Zainal Abidin, modifikator Venus Motor, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Agustus 2011.

Menurut Zainal, motor baru saja tidaklah cukup untuk menjamin keiritan bahan bakar. Beberapa bagian motor yang tidak ada sangkut pautnya dengan mesin serta gaya atau cara berkendara juga menentukan irit tidaknya motor dalam mengkonsumsi bahan bakar.

Lantas apa saja bagian-bagian itu? Apa yang harus dilakukan agar motor irit sepanjang perjalanan mudik? Berikut penjelasan Zainal.

1. Atur atau setel ulang klepKlep merupakan peranti untuk mengatur semburan BBM yang akan bercampur dengan udara di ruang bakar. Oleh karena itu atur perangkat tersebut dengan tepat, yaitu jangan terlalu longgar dan sebaliknya terlalu rapat.

"Klep yang terlalu rapat memang menjadikan asupan bahan bakar lebih sedikit, tetapi efeknya tenaga motor loyo," kata Zainal.

Begitu pun sebaliknya. Sebagai patokan, lihat ukuran standar pabrikan. Setelah itu lebih rapat sedikit. "Karena ketepatan pengaturan ini harus dilakukan dengan tepat, maka pilihlah mekanik yang memiliki spesialisasi pengaturan klep," saran Zainal.

2. Servis karburator atau injektor Servis yang dimaksud tidak sekadar membersihkan spuyer atau saluran bensin dari kotoran. Perlu juga mengatur ulang posisi pelampung serta sekrup udara. Hal ini penting dilakukan, pasalnya karburator merupakan peranti untuk memasok bahan bakar ke ruang bakar mesin.

Bila posisi pelampung tidak tepat atau karburator kotor, maka pasokan juga tersendat. Saban kali kita menarik gas dalam-dalam agar motor tidak tersendat, saat itu pula asupan bahan bakar yang disedot ruang bakar juga semakin besar.

Caranya, turunkan ketinggian pelampung karburator 1-2 milimeter (mm). Namun pengaturan ini harus dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli

Begitu pun bila motor telah menggunakan peranti injektor yang disemprotkan ke ruang bakar. Atur atau setel ulang pompa bahan bakar, bersihkan peranti itu.

3. Ganti oli yang tepatPenggantian oli memang wajib dilakukan sebelum motor diajak mudik. Pasalnya, menempuh jarak jauh dalam waktu puluhan jam, semua komponen harus terlumasi dengan baik.

Selain itu, oli juga berfungsi untuk mempertahankan suhu di mesin tetap stabil. Suhu yang terjaga dan komponen yang terlumasi dengan baik, membuat kerja masing-masing komponen lebih ringan.

Hasilnya, tingkat kompresi mesin tetap tinggi. Bila itu terjadi, maka penggunaan bahan bakar akan tepat dan lebih hemat. Namun oli yang digunakan juga harus memiliki spesifikasi yang tepat.

4. Pastikan tekanan angin dan ukuran ban sesuai standarCara ini memang terlihat sepele atau remeh, namun efeknya cukup signifikan dalam menghemat bahan bakar. Pasalnya, tekanan angin dan ukuran ban yang tidak sesuai standar akan meningkatkan konsumsi bahan bakar 10-15 persen alias boros.

"Tekanan angin ban yang kurang akan membuat tarikan motor lebih berat," kata Zainal.

Dengan begitu, motor membutuhkan tenaga dua kali lipat untuk mencapai besaran tenaga yang diinginkan oleh pengendara. Seiring dengan upaya ekstra itu, maka asupan bahan bakar pun bertambah. Begitu pun dengan pemakaian ban yang berukuran lebih besar.

5. Pastikan kondisi roda tak bermasalahRoda yang seret karena setelan yang tidak akurat, kanvas rem yang tertekan karena posisinya tidak tepat, serta putaran pelek yang tidak lurus menjadikan tarikan motor terasa berat. Akibatnya, butuh tenaga dua kali lipat untuk mencapai tingkat kecepatan yang diinginkan dan bahan bakar yang dibutuhkan pun lebih banyak.

Beberapa penyebab roda yang seret adalah pelek tidak lurus alias speleng, bearing roda aus atau kurang pelumasan, serta pemasangan kanvas rem yang terlalu rapat.

6. Pastikan busi masih bagusSebagai pemantik api yang digunakan dalam proses pembakaran, busi juga memiliki peran penting dalam menghemat bahan bakar. Pasalnya, bila percikan api tidak sempurna, maka proses pembakaran juga tidak akan sempurna.

Motor akan mengalami pembakaran prematur. Banyak bahan bakar yang terbuang percuma alias lebih boros. Oleh karena itu sebaiknya ganti busi dengan yang baru.

7. Gaya berkendara yang tepatJalanan yang macet dan stop and go akan memicu pengendara motor menginjak pedal rem dan menarik tuas gas dengan cepat agar tetap mendapat posisi yang nyaman di ruas jalan. Namun hal itu akan menyebabkan semburan bahan bakar ke ruang bakar tidak stabil bahkan cenderung boros.

"Sebab spuyer di karburator juga terbuka lebar. Pada saat itulah bahan bakar seolah menggelontor deras ke ruang bakar," terang Zainal.

Oleh karena itu jangan kerap menarik tuas gas saat melakukan perpindahan gigi, memindah gigi atau persneling. Selama ini banyak orang menarik tuas gas saat melakukan perpindahan gigi motor karena gigi ingin mempertahankan kestabilan. Namun efeknya BBM lebih boros.

ARIF ARIANTO

#Puasa-Lebaran 2011

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi