Media Italia Kehilangan Sosok Simoncelli
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 25 Oktober 2011 13:27 WIB
Kecelakaan antara Colin Edwards (tengah), Valentino Rossi (kiri) dan Marco Simoncelli saat Grand Prix MotoGP Malaysia di Sepang, Minggu (23/11). Simoncelli meninggal akibat luka dada, kepala dan leher. AP/ Ruben Yap

TEMPO Interaktif, Milan – Tragedi tewasnya pembalap Italia, Marco Simoncelli, mendapat perhatian khusus media di Negeri Pizza. Ini ditunjukkan harian olahraga beken, seperti Gazzetta dello Sport, yang memampang foto pembalap muda tersebut berikut tulisan “Sic 1987-2011” pada halaman utamanya.

Simoncelli, 24 tahun, meregang nyawa setelah kehilangan kendali dan bertabrakan dengan pembalap Amerika Serikat, Colin Edwards, dan rekan senegaranya, Valentino Rossi, di tikungan ke-11 pada putaran kedua di Sirkuit Sepang, pekan lalu. Helm yang dikenakan pembalap Honda Gresini itu lepas yang berujung tewasnya pacar Kate tersebut.

Dalam editorialnya, Gazzetta menceritakan bahwa setiap orang yang mengenal Simoncelli pasti merasakan kehilangan. Kematian salah satu bintang yang mencorong di lintasan MotoGP itu menjadi kematian pertama yang paling fatal setelah Daijiro Katoh, pembalap Jepang yang tewas setelah mengalami luka serius di GP Jepang pada 2003.

Coriere dello Sport, koran olahraga Italia lainnya, juga memajang foto Simoncelli. Tulisan “Ciao Great Marco” tertulis pada halaman utamanya. “Tragedi di Sepang. Simoncelli tewas, seorang juara sejati, namun khususnya pria, yang menyenangkan yang bakal dirindukan oleh setiap orang.”

Dalam editorialnya, Tuttosport memfokuskan pada gairah Simoncelli pada olahraga yang justru mengambil nyawanya sendiri. Koran yang bermarkas di Turin itu juga menulis tentang kematian Simoncelli dengan tulisan “Sic love does not die" pada halaman utamanya.

La Repubblica, koran nasional, sengaja memajang foto kejadian ketika Simoncelli kehilangan nyawanya di halaman depan. Foto itu diikuti sebuah tulisan “Moto shock, Simoncelli tewas di lintasan.”

Dalam artikelnya, La Republicca menerangkan bahwa Marco tidak pernah suka mengalami kekalahan. “Ia selalu mengambil risiko di tikungan terakhir,” begitu kira-kira jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Peristiwa tabrakan yang melibatkan Simoncelli, Edwards, dan Rossi itu sedang diinvestigasi. International Road Racing Teams Association (IRTA) menyebut tengah mendalami kenapa helm yang digunakan Simoncelli bisa terlepas dari kepalanya.

ESPNSTAR | BAGUS WIJANARKO

#MotoGP

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi