Cara Aman Bersepeda Motor di Tengah Guyuran Hujan
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 14 November 2011 06:16 WIB
TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO Interaktif, Jakarta - Saat musim hujan seperti sekarang, perlu teknik dan trik khusus kala mengendarai sepeda motor. Pasalnya, jalanan yang licin akibat guyuran air hujan yang kemungkinan besar bercampur sisa oli, minyak, bensin, lumpur, dan beberapa zat lain yang ada di jalanan sangat rawan memicu motor tergelincir.

“Oleh karena itu, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum berkendara di tengah guyuran hujan yaitu teknik berkendara yang benar,” tutur Yudiantoro, seorang instruktur safety riding sebuah dealer motor untuk wilayah Jabodetabek saat ditemui di Jakarta, Ahad, 13 November 2011.

Menurut Yudi, selain memperhatikan kecepatan motor yang ditunggangi maupun kendaraan lain di jalanan yang tengah dilewatinya, seorang biker juga wajib memperhatikan cara pengereman, helm yang digunakan, serta bermanuver yang tepat kala melibas genangan air.

Seperti apa teknik atau trik tersebut? Berikut penjelasan Yudi :

1. Usahakan pandangan tak terhalang

Pandangan yang terhalang oleh air hujan karena muka terkena tampias air hujan sangat berbahaya, karena menyebabkan pandangan terganggu. Sehingga, bila tiba-tiba di depan motor ada lubang atau kendaraan lain yang mengerem secara mendadak, biker akan kesulitan bermanuver.

Pada sisi lain, kaca helm yang digunakan oleh seorang pengendara motor berkabut atau berembun saat melintas di tengah guyuran hujan. Kondisi itu terjadi lantaran kualitas pelindung kepala yang di bawah standar sehingga. ”Pada saat hujan udara di dalam dan di luar helm berbeda. Akhirnya, kondisi ini menyebabkan kaca helm atau visor berembun,” tutur Yudi.

Cara gampang untuk mengatasinya adalah dengan membuka separuh kaca helm. Namun, akibatnya, muka menjadi kotor atau sedikit terkena butiran air hujan.

Cara lainnya melapisi kaca dengan lapisan layer yang ditempel pada visor bagian dalam. Lapisan itu banyak dijual di toko-toko helm dengan harga mulai Rp 200 – 250 ribu.

2. Tidak asal melibas genangan air

Teknik ini selain harus didukung jarak pandang yang tak terhalang juga membutuhkan refleks dan perhitungan yang tepat. Bila di depan Anda terdapat genangan air yang cukup dalam, maka cara yang paling mudah adalah memperhatikan kendaraan lain – khususnya mobil - yang melintasi di depan Anda.

“Perhatikan tingkat ketinggian air di ban mobil, apakah melebihi setengah roda atau tidak,” ujar Yudi.

Bila ketinggian air lebih dari 50 sentimeter, Yudi menganjurkan agar motor didorong dan mesin dalam keadaan mati. Hal itu untuk menghindari air tersedot lewat filter udara atau lubang pernapasan sehingga air masuk ke mesin dan terjadi water hammer.

Jika air masuk ke ruang bakar dan terjadi water hammer maka piston akan bengkok karena seperti dipukul benda keras dengan kuat. Bahkan, kruk as dan klep harus diganti.

Selain itu, jangan mengerem secara tiba-tiba di dekat lubang. Selain rawan menyebabkan motor terpelanting, juga akan menyulitkan kendaraan lain bermanuver untuk mengimbangi gerakan kita. “Bahkan, kita bisa tertabrak. Di sinilah perlunya jarak pandang yang jelas,” ucap Yudi.

3. Teknik pengereman yang tepat

Teknik berkendara lainnya yang tak kalah penting adalah pengereman. Bila ingin mengerem, segera lepas tarikan tuas gas dan pada saat itu juga tarik tuas rem depan secara bersama-sama dengan injakan pedal rem belakang.

Pastikan kekuatan tarikan tuas rem depan mencapai 70 persen. Adapun rem belakang cukup 30 persen. Hal itu bertujuan agar, motor tak terpelanting.

Satu hal yang patut diingat, tarik tuas rem depan dengan menggunakan empat jari namun jangan mengentak secara tiba-tiba, hal itu untuk menghindari kanvas rem terkunci. Sebab bila itu terjadi, maka motor akan terpelanting.

Setelah motor terhenti, segera menoleh ke bagian kiri dan belakang. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi bila ada kendaraan lain yang melaju dari arah belakang dan tidak sesuai dengan laju yang tidak terkendali.

Selain itu, perhatikan laju kecepatan motor kita. Jangan memacu motor dengan kecepatan di atas 30 kilometer per jam. Bahkan bila hujan semakin deras sebaiknya menurunkan tingkat kecepatan.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi