Menengok Garasi Scuderia Ferrari di F1 Singapura  
Reporter: Tempo.co
Editor: A.a.Gde Bagus Wahyu Dhyatmika
Minggu, 23 September 2012 13:35 WIB
AP/Dita Alangkara

TEMPO.CO, Singapura - Sepanjang pelaksanaan Grand Prix Singapura, 21-23 September 2012, Paddock Area adalah kawasan tertutup. Hanya segelintir orang yang mendapat akses masuk ke sana. Seperti para pembalap, staf Formula 1, beberapa awak media, serta petinggi perusahaan yang memiliki brand di mobil pembalap.

Untuk masuk ke Paddock Area, diperlukan kalung tiket khusus berwarna hijau abu-abu. Meski sudah ada pemeriksaan di pintu masuk Grand Prix, tiap orang yang masuk Paddock Arean akan kembali dipindai. Badan dan bawaan mereka diperiksa bolak-balik.

Paddock Area sendiri hanyalah kompleks kecil dengan jalur mobil di dua jalur. Di sisi kanan jalan, berdiri bangunan berdinding putih dengan logo pelbagai merek mobil pembalap. Misalnya Scuderia Ferrari, Mercedes Benz, atau Pirelli. Itulah garasi para pembalap. Di hadapannya bertumpuk ban mobil balap setinggi 1,5 meter berjejer. Tiap ban diberi selimut dengan lilitan kabel yang menyambung pada alat pengukur tekanan udara.

Tatiana, staf Scuderia Ferrari, mengatakan penyelimutan itu dilakukan agar badan ban tetep dingin. "Tanpa selimut, suhu Singapura yang panas akan merusak tekanan udara ban," kata Tatiana kepada Tempo, Jumat, 21 September 2012.

Di seberang garasi, berderet kantin khusus pembalap dan para staf. Seperti garasi, gerai makanan juga bertempelkan logo-logo mobil yang membalap lintasan. Karena itu, tiap pembalap harus makan di gerai yang sesuai dengan lambang mobil mereka. Sepanjang pengamatan Tempo, semua orang di Paddock Area terlihat sibuk dan mondar-mandir dari garasi ke kantin, serta sebaliknya.

Kata Tatiana, kantin dan garasi ini tidak ada yang permanen. Semua bangunan hanya ada pada waktu Grand Prix. "Selesai balapan, kawasan ini kembali jadi area perkantoran dan wisata Singapura," ujar dia.

Puas melihat jalanan Paddock Area, Tatiana mengajak Tempo masuk ke garasi Scuderia Ferrari. Di sisi kanan pintu masuk ada satu laboratorium mini. Shell Trackside Laboratory, begitu tulisan pada pintu lab. Waktu Tempo melongok lewat kaca di pintu, terlihat sejumlah perangkat komputer di dalamnya. Satu pria tengah menatap layar komputer dengan muka serius. Kata Tatiana, lelaki itu tengah meneliti kandungan oli dan bahan bakar bagi timnya. "Sebelum dipakai, oli dan bahan bakar mobil diperiksa dulu di sini," ujar Tatiana.

Dari laboratorium, Tatiana menunjukkan rak penyimpanan headset milik Fernando Alonso, pembalap Scuderia Ferrari. Di sana, Tatiana mengizinkan Tempo untuk mengambil foto. Namun, dia mengatakan, hasil jepretan hanya boleh digunakan untuk koleksi pribadi atau sosial media. Tapi tidak boleh naik ke media massa mana pun.

Tur garasi berlanjut. Hanya 10 langkah, Tempo langsung melihat garasi utama Scuderia Ferrari. Waktu masuk ke bilik itu, hawa panas dari mobil balap Alonso langsung menyergap. Kata Tatiana, Alonso tengah beristirahat dari latihannya, sehingga kami bisa melihat sejumlah mekanik sedang memeriksa mobil kuda jingkrak itu. Dan tiba-tiba, "bruuuuuuum" suara mesin yang sangat keras muncul waktu seorang mekanik memeriksa pedal gas mobil. Karena posisi Tempo hanya berjarak 2,5 meter dari kendaraan balap, bunyi itu langsung memekakkan telinga. Itulah penyebabnya para staf dan pembalap mengenakan penyumbat kuping atau headset.

"Itu Alonso," kata Tatiana sambil menunjuk ke arah lelaki berbaju merah Scuderia Ferrari. Tapi Alonso tidak bisa diajak berbincang. Ia hanya melihat mobilnya sebentar dan kembali ke balik garasi. "Alonso sedang bersiap-siap. Sebentar lagi ia kembali berlatih di perlintasan," ujar Tatiana. Dan dengan berlalunya Alonso, usai juga kunjungan 10 menit Tempo di bengkel Scuderia Ferrari.

CORNILA DESYANA

Berita Terpopuler:Ditanya Soal Kemenangan Jokowi, Rhoma Bungkam Jokowi Tak Mau Dikawal, Polisi MemaklumiTidak Akan Ada Jokowi-Jokowi yang LainMirip Kate Middleton, Wanita Ini Menjadi TerkenalProyek Infrastruktur Jakarta di Tangan Jokowi

#F1

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi