Nissan Genjot Penjualan Datsun  
Reporter: Tempo.co
Editor: Akbar Tri Kurniawan
Selasa, 17 September 2013 19:02 WIB
Produk terbaru dari Datsun yaitu Datsun Go+ diperkenalkan dalam peluncurannya di Jakarta, (17/9). Datsun Go+ akan dijual dengan harga di bawah Rp 100 juta. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta -- President and Chief Executive Officer (CEO) Nissan Mottor Co. Ltd., Carlos Ghosn, mengatakan perseroan menargetkan separuh penjualan berasal dari penjualan Datsun pada 2016.

Ghosn tidak menyebut angka pasti dari target itu. Sebelumnya perseroan menetapkan target penjualan 150 ribu unit pada 2014. "Datsun diharapkan memberi kontribusi penjualan hingga 50 persen dari total penjualan Nissan," katanya saat meluncurkan multi purpose vehicle (MPV) berkapasitas tujuh penumpang, All-New Datsun Go+, Selasa, 17 September 2013.

Ghosn berkomitmen Datsun mampu berkontribusi terhadap industri otomotif nasional dengan mendorong penggunaan komponen lokal, serta memproduksi mobil hijau atau Low Cost Green Car (LCGC). Dua varian datsun jenis LCGC yaitu Datsun Go+ dan Datsun Go model hatchback.

Menurut Ghosn Datsun Go+ merupakan mobil lima pintu bermesin 1,2 liter, transmisi manual lima percepatan, dengan jangkauan 20 kilometer per liter bahan bakar. Adapun Datsun Go hatchback direncanakan akan dikenalkan pada pada Juli tahun depan. "Harga kedua varian itu di bawah Rp 100 juta," katanya.

Untuk pemasaran di Indonesia, baik Datsun Go maupun Datsun Go+ akan diproduksi di pabrik Nissan Motor Indonesia yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Kedua varian itu mulai dipasarkan pada 2014. Dengan kehadiran kembali Datsun di Indonesia, Nissan Mottor Indonesia berencana meningkatkan kapasitas produksi tahunan dari 90 ribu unit per tahun menjadi 250 ribu unit per tahun.

Nissan Motor Indonesia berjanji menambah jumlah karyawan, dari 1.770 orang menjadi 3.300 orang pada 2013. Ghosn menjelaskan, langkah agresif Nissan mencerminkan perubahan dramatis yang terjadi pada industri otomotif dunia. Ia menilai pasar mobil global tengah berada pada periode transisi yang signifikan

Ghosn menggambarkan lima tahun silam, mayoritas penjualan mobil tersebar di pasar mapan yaitu Eropa, Jepang dan Amerika Serikat. Adapun pasar berkembang pesat seperti India, Brazil, Cina, Rusia dan Indonesia, berkonstribusi 40 persen dari total penjualan. Kini, menurut dia, pangsa pasar itu berubah cepat. "Pada 2016, kami memprediksi 60 persen penjualan berasal dari pasar berkembang," katanya.

Ghosn mengatakan tren peredaran mobil mencapai 800 mobil per seribu warga di Amerika Serikat, 500 mobil di Eropa, 280 mobil di Rusia, 160 mobil di Afrika Selatan, 15 mobil di India, dan 45 mobil per seribu warga di Indonesia. Pertumbuhan meningkat di pasar berkembang karena para konsumen bergerak menuju kelas ekonomi menengah.

MARIA YUNIAR 

#Low Cost Green Car | LCGC | Mobil Hijau
#Gaikindo

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi