Asosiasi Sepeda Motor: Penjualan Agustus Kembali Bersinar  
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Selasa, 8 September 2015 22:01 WIB
Motor listrik Zero seri DS yang dipamerkan dalam acara Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2015 di Kemayoran, Jakarta, 27 Agustus 2015. Zero DS Dual Sport adalah sepeda motor listrik yang tangguh untuk dikendarai di daerah perkotaan. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia memperkirakan total penjualan wholesales kendaraan roda dua pada Agustus kembali bersinar yaitu di atas 550.000 unit, setelah pada Juli terjerembab dengan jumlah 439.245 unit.

Melihat data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan wholesales  (distribusi ke diler) pada Juli menjadi yang terkecil sepanjang 2015. Pada Januari, Februari, Maret, dan April penjualan mencapai 500.000 unit lebih. Sedangkan pada Mei melandai menjadi 482.691 unit dan naik lagi pada Juni yang sebanyak 588.675 unit.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan, ada tiga faktor utama penyebab penaikan penjualan pada Agustus tersebut. Pertama, hari kerja pada bulan kedelapan lebih banyak jika dibandingkan dengan Juli.

Pada bulan ketujuh tahun ini seperti diketahui, waktu kerja efektif terpotong libur Lebaran. Menurut Sigit, momentum libur Lebaran biasanya dapat memotong angka penjualan di kisaran 15%-20% dari bulan biasa.

Kedua, pertumbuhan terjadi karena ada sebagian konsumen yang tertahan pembeliannya karena terpotong libur Lebaran dan baru merealisasikan belanja sepeda motor pada bulan berikutnya.

“Faktor ketiga karena setok di diler berkurang akibat permintaan sebelum Lebaran dan bulan lalu produsen penuhi kmbali setok di diler. Dibandingkan Juli penjualan Agustus pasti naik di atas 550.000 unit,” katanya, Senin (7 September 2015).

Penaikan tersebut diperkirakan Sigit lebih kecil jika dibandingkan bulan setelah Lebaran di tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan tertahan akibat kondisi ekonomi yang masih belum stabil, terlebih nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Di sisi lain, jika kondisi ekonomi berangsur membaik Sigit berharap tren penaikan tersebut akan terjaga hingga akhir tahun. Akan tetapi menurutnya, kondisi pasar yang mencerminkan tren positif baru bisa dilihat pada Oktober.

Pasalnya, produksi dan pasokan pada September sudah ditentukan pabrikan sejak Agustus. Sedangkan pada Oktober hal itu akan bergantung dengan serapan pasar di bulan ini.

“Namun jika pasar tidak menyerap produk dengan maksimal pada September, maka akan ada penyesuaian pada Oktober,” ujarnya.

Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Mohammad Masykur mengamini jika penjualan pada Agustus bertumbuh dari bulan sebelumnya karena hari kerja yang relatif lebih panjang.

Dia pun mengakui jika pertumbuhan yang ditorehkan tersebut sedikit terganjal kondisi ekonomi yang belum stabil. “Agustus lebih baik dari Juli karena waktu lebih panjang. Secara umum memang naik tapi masih terbatas apa lagi dolar Amerika Serikat semakin menguat,” ujarnya kepada Bisnis, dalam kesempatan berbeda. 

Menilik historis pertumbuhan penjualan setelah Lebaran dengan merujuk data AISI dari tahun sebelumnya memang cukup besar. Tahun lalu libur Lebaran jatuh pada akhir Juli. Pada Juli 2014 angka penjualan mencapai  539.171 unit dan bulan berikutnya naik sekitar 13,7% menjadi 613.214 unit. 

Sedangkan pada 2013 Lebaran jatuh pada awal Agustus. Penjualan pada Agustus dan September 2013 penjualannya berturut-turut 490.824 unit dan 678.139 unit atau menningkat sekitar 38,2%.

Penaikan penjualan pada Agustus pun menurutnya terstimuli pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) dan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), karena kedua pameran tersebut diikuti pula oleh beberapa pabrikan sepeda motor termasuk Yamaha.

Bahkan, lanjut Masykur, untuk mempertahankan tren positif karena terdorong kedua pameran itu, pihaknya melanjutkan dengan program Yamaha Motor Show yang langsung menyentuh konsumen potensial di daerah-daerah.  

General Manager and Sales Roda Dua PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Yohan Yahya menilai penaikan penjualan pada Agustus adalah hal yang wajar pasca Lebaran dan besarannya pun tidak signifikan. Di sisi lain, ujarnya, penaikan pun sedikit terdongkrak besaran uang muka yang berkurang 5% dengan adanya regulasi baru.

“Kenaikan itu wajar karena liburan sudah lewat pada Juli dan uang muka dikurangi 5%. Selain itu Agustus seolah naik karena pasokan kembali ditambah setelah sedikit dikurangi pada bulan sebelumnya,” ucapnya,

Dia menambahkan, pada akhir tahun ini tidak ada momen khusus yang akan kembali mengatrol penjualan.Akan tetapi dia optimistis pelaku industri bisa memperkecil kemungkinan penurunan penjualan kembali bertambah di atas 21%.

Di sisi lain, dengan penjualan pada Agustus, raihan total wholesales pada periode Januari-Agustus 2015 hampir menembus 4,2 juta unit. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai lebih dari 5,3 juta unit.

BISNIS

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi