Dana untuk Rio Haryanto ke Formula 1 Tunggu Persetujuan DPR  
Reporter: Tempo.co
Editor: Yocta Nurrahman
Rabu, 3 Februari 2016 15:47 WIB
Pebalap muda, Rio Haryanto saat menggelar jumpa pers di kantor Kemenpora, Jakarta, 27 Januari 2016. Dana yang dibutuhkan pembalap muda ini untuk berkiprah di ajang Formula 1 (F1) yaitu sekitar Rp 225,69 miliar dengan uang muka sekitar Rp 45,13 miliar. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Bantuan dana sebesar Rp 100 miliar dari Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk Rio Haryanto supaya bisa turun di kejuaraan balap paling bergengsi di dunia, yaitu Formula 1, masih tertahan karena terbentur masalah birokrasi.

Sekretaris Kementerian Alfitra Salamm di Jakarta, Rabu, 3 Februari 2016, mengatakan, secara administrasi, mekanisme pemberian bantuan untuk Rio Haryanto sudah siap. Hanya, untuk mencairkan dana itu harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat.

"Secara administrasi, sudah. Kita yang mengusulkan. Tapi semuanya bergantung pada DPR, bisa diterima atau malah sebaliknya," ucapnya di sela pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Kementerian.

Dana bantuan untuk Rio Haryanto agar bisa turun di Formula 1 bersama tim Manor berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang pencairannya melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pihak Kementerian juga menyadari bahwa proses pencairan dana itu membutuhkan waktu lama.

Untuk itu, ujar dia, pihaknya berharap tim yang akan menampung pembalap asal Solo, Jawa Tengah, itu memahami sistem birokrasi di Indonesia. Tahapan untuk pemberian bantuan dinilai memang cukup panjang.

"Kemenpora tidak mungkin menalangi dana bantuan tersebut. Makanya kami akan terus berusaha mencarikan formula lain, termasuk menggandeng swasta," ujar mantan Deputi 1 Bidang Kepemudaan Kemenpora itu.

Alfitra menjelaskan, sesuai dengan rencana, Kementerian akan melakukan pertemuan dengan pihak swasta guna menggalang dana dalam pekan ini. Hal ini dilakukan karena batas waktu yang diberikan Manor untuk pembayaran uang muka semakin dekat.

Sebenarnya Rio sudah mendapatkan dukungan dari Pertamina sebesar 5,2 juta euro. Namun dana tersebut juga belum bisa dicairkan karena masih menunggu dana pendamping, termasuk dari Kementerian yang nilainya Rp 100 miliar.

Meski demikian, dana tersebut tetap kurang, karena untuk bisa memperkuat Manor selama satu musim membutuhkan dana sekitar 15 juta euro. Hanya, pembayarannya bisa dilakukan secara bertahap selama satu musim kompetisi F1.

Jika dana, baik dari pemerintah maupun Pertamina, belum cair, posisi Rio akan terancam, karena yang mengincar kursi balapan jet darat itu cukup banyak. Untuk itu, dibutuhkan kerja keras dan usaha bersama agar pembalap andalan Indonesia itu mampu berkiprah di kancah F1.

ANTARA

#F1
#F1
#Rio Haryanto
#Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara | APBN

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi