Ferrari Bisa Jegal Mercedes? Raikkonen Beri Jawaban Ngambang  
Reporter: Tempo.co
Editor: Yayuk Widiyarti
Kamis, 17 Maret 2016 14:58 WIB
Pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen. AP/Thomas Lam

TEMPO.COJakarta - Kimi Raikkonen sudah habis? Jangan terburu-buru menarik kesimpulan sebelum melihat bagaimana jalannya balapan F1 pada musim 2016 ini dari satu seri ke seri lain.

Performa Raikkonen memang belum bersinar terang lagi, apalagi bila dibandingkan dengan masa ia menjadi juara dunia pada 2007. Pembalap Finlandia itu sudah kembali ke tim lamanya, Ferrari, yang membawanya menjadi juara dunia. Namun ia belum mendapatkan mobil yang pas untuk bisa bersaing dengan mobil Mercedes GP.

Raikkonen tak mau meramal bagaimana kiprah Ferrari pada 2016, apakah bisa menjadi ancaman serius buat Mercedes, meski rekan setimnya, Sebastian Vettel, sudah berani memastikan jarak di antara kedua tim tak akan terlalu jauh lagi.

Raikkonen merasa cukup puas atas kinerja mobil merah SF 16-H miliknya ketika tes pramusim lalu dan mengakui sudah banyak perbaikan yang dirasakan di mobilnya. Namun lelaki yang dikenal dingin dan berjulukan "Iceman" itu tak berani memastikan apakah kinerja mobil kali ini sudah cukup mengancam dominasi Mercedes.

"Kami belum tahu. Orang terus bertanya soal posisi kami nanti, tapi segalanya belum berubah sejak tes lalu. Kami baru akan mengetahuinya akhir pekan ini. Tapi saya berharap kami lebih tangguh dibanding dua tahun terakhir. Kita lihat saja," kata Raikkonen di Crash.net.

Seri pertama 2016 akan berlangsung di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, Minggu, 20 Maret. Raikkonen juga akan menilai perkembangan setelah ada peraturan baru soal kualifikasi dan pembatasan penggunaan radio komunikasi.

"Saya belum tahu apakah balapan sekarang akan makin sulit atau tidak. Jika tak terjadi apa-apa, mungkin tak banyak berbeda. Tapi bila terjadi banyak hal saat lomba, mungkin baru bisa dikatakan peraturan baru itu menyulitkan," ujar pembalap yang memiliki jutaan penggemar di seluruh dunia itu.

PIPIT

#F1
#Kimi Raikkonen
#Australia

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi