Formula 1, Rio Haryanto Ingin Menjadi Pembalap Terbaik Asia
Reporter: Tempo.co
Editor: Nurdin Saleh TNR
Kamis, 14 April 2016 12:50 WIB
Rio Haryanto di paddock Tim Manor Racing saat sesi latihan kedua lomba Formula One di Bahrain, 1 April 2016. twitter.com/manorracing

TEMPO.CO, Jakarta - Rio Haryanto ingin menjadi pembalap terbaik Formula 1 asal Asia. "Belum banyak pembalap F1 dari Asia, dan memang tidak mudah untuk masuk jajaran F1," kata pembalap asal Indonesia itu dalam wawancara dengan para wartawan seusai ramah tamah dengan masyarakat Indonesia di Shanghai, Rabu malam, 13 April 2016.

Rio hadir di Shanghai untuk mengikuti seri ketiga laga F1 musim ini pada Minggu, 17 April. "Tidak banyak pembalap F1 asal Asia yang sukses menjadi yang terbaik. Dan ini menjadi tantangan terbesar saya ke depan," ujar pria 23 tahun tersebut.

Rio Haryanto akhirnya melengkapi susunan pembalap F1 untuk musim 2016. Rio resmi bergabung dengan tim Manor Racing bersama pembalap asal Jerman, Pascal Wehrlein.

Sebelum Rio, ada lima pembalap F1 asal Asia dengan capaian prestasi beragam. Satoru Nakajima (53), salah satunya. Ia langsung mengawali debutnya pada 1987, langsung satu tim dengan pembalap legendaris Ayrton Senna di Lotus.

Meski tak pernah merebut podium selama 74 kali start di F1, prestasi terbaiknya ialah finis posisi keempat di Silverstone (1987) dan Adelaide Street Circuit (1989).

Selanutnya, Aguri Suzuki, pembalap Asia tersukses yang pernah ada. Pembalap asal Jepang tersebut cukup berbicara di kancah F1 sejak 1988 hingga 1995.

Selama itu, dia gabung di lima tim berbeda, yaitu Larrouse, Zakspeed, Footwork, Jordan, dan Ligier. Prestasi terbaik Suzuki ialah merebut podium di Sirkuit Suzuka pada 1990.

Kegemilangannya tertutup oleh insiden di tikungan pertama antara Ayrton Senna dan Alain Prost. Saat itu, keduanya sedang berebut gelar juara F1.

Rio berharap lebih berprestasi di arena sirkuit F1. "Saya ingin menjadi yang terbaik dan berprestasi dari Asia. Dan untuk tampil pada pertandingan mendatang, saya akan selalu belajar dari pertandingan sebelumnya," ujarnya.

Pada seri pertama di GP Australia, Rio gagal mencapai finis karena mobil yang dikendarainya, MRT05, mengalami kendala mesin. Sedangkan di Sirkuit Internasional Sakhir, Bahrain, ia menempati posisi ke-17 dengan catatan waktu 1:36.685.

Seri ketiga F1 di Shanghai diawali dengan latihan resmi pertama yang digelar pada Jumat, 15 April 2016, pukul 10.00-11.30 waktu setempat, dilanjutkan latihan resmi kedua pukul 14.00-15.30 waktu setempat. Sedangkan latihan ketiga dilaksanakan Sabtu pukul 12.00 -13.00 waktu setempat.

Babak kualifikasi dimainkan pada Sabtu pukul 15.00 -16.00 waktu setempat, sedangkan lomba digelar pada Minggu pukul 14.00 waktu setempat. Sirkuit di Tiongkok memiliki panjang lintasan 5.451 kilometer.

ANTARA

#F1
#Rio Haryanto

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi