Rio Sebut Tak Mudah Taklukkan GP F1 Seri Monaco
Reporter: Tempo.co
Editor: Yocta Nurrahman
Senin, 30 Mei 2016 23:00 WIB
Rio Haryanto mengungah foto ini di akun instagramnya, pada 30 April 2016. Ia menulis bahwa saat menjalani sesi pertama, terjadi masalah steering rack tapi dapat diatasi oleh tim mekanik dalam waktu satu jam. Rio jga menulis bahwa timnya masih perlu perbaikan untuk lebih dekat dengan tim-tim lain. instagram.com/rharyantoracing

TEMPO.CO, Jakarta - Pebalap nasional Grand Prix Formula One (GP F1) yang tergabung dalam tim Manor Racing, Rio Haryanto, mengakui bahwa balapan race keenam sirkuit di Monte Carlo, Monaco, Minggu (29/5), merupakan ajang yang sulit.

"Sebuah balapan yang sulit hari ini. Jelas, bagian pertama cukup rumit untuk semua orang dengan kondisi basah," demikian penjelasan Rio Haryanto, seperti yang disampaikan Media Relation Cep Goldia dalam surat elektroniknya yang diterima ANTARA News, Senin.

Tetapi, pebalap berusia 23 tahun tersebut, mengemukakan bahwa sebenarnya ketika balapan berlangsung dirinya dapat menjaga kecepatan dan sekuat tenaga (stint), serta menjaga catatan waktu di lintasan balap (lap time)

"Dua stint pertama saya cukup baik. Kemudian menjelang akhir, ada banyak lalu lintas dan di bawah kondisi bendera biru saya harus berjuang keras untuk menjaga temperatur ban, jadi saya kehilangan lap time," catatnya.

Meskipun menjadi hari yang berat, pebalap asal Solo, Jawa Tengah, tersebut menilai bahwa pengalaman tersebut merupakan kesempatan istimewa dapat bertanding di Grand Prix Monaco.

"Sekarang ini kami menantikan GP di Kanada, di mana treknya lebih cocok dengan mobil kami," jelasnya.

Pada race keenam lomba balap mobil Formula Satu (F1) sirkuit di Monte Carlo, Monaco, Rio Haryanto menempati posisi ke-15 dengan catatan waktu 1:19.868, sedangkan rekan satu tim dari Jerman, Pascal Wehrlein, menempati posisi ke-14 dengan catatan waktu 1:20.372.

Pascal Wehrlein juga mengakui bahwa balapan di Monaco cukup sulit. "Sejujurnya, hari ini cukup sulit," jelasnya.

Menurut dia, pada awal lomba, dengan lintasan balap (track/trek) masih cukup basah diputuska untuk tetap bertahan dengan menggunakan ban basah ekstrim dan melaju lebih lama.

"Kami memiliki posisi trek, dan ketika kami masuk pit sebenarnya berhasil melewati beberapa mobil. Jadi, strategi berjalan dengan sempurna. Kami mampu menahan satu mobil tim Hass di belakang sampai bendera finis, namun karena penalti-penalti, balapan lepas dari genggaman kami dan kami terlempar ke belakang," catatnya.

Ia menimpali, "Ini mengecewakan, tapi menjalani balapan di posisi ke-14 mungkin terlihat seperti hasil yang baik. Ini merupakan akhir pekan yang menantang, tetapi juga sangat menarik untuk membalap di Monako untuk pertama kalinya dan terlepas dari kekecewaan saya sungguh menikmati pengalaman ini."

Direktur Balap Manor Racing Dave Ryan mengemukakan, dilihat dari luar, maka dua mobil yang berada pada posisi ke-14 dan 15 adalah bukan hasil yang buruk.

"Balapan yang cukup berat bagi kami dengan start basah dan tantangan lalu lintas khas Monaco sehingga sangat sulit untuk mempertahankan momentum yang kami miliki ketika memulai balapan," jelasnya.

Selain itu, ia mengemukakan, "Kedua pebalap melakukan pekerjaan yang baik dalam debut Grand Prix mereka di sini, dan meskipun Anda selalu berharap bahwa mundurnya beberapa peserta dapat mendatangkan hasil yang lebih baik, Pascal dan Rio berhasil menjaga diri mereka dari masalah dan mencapai bendera finis."

"Jadi, kami berharap ke Kanada sekarang dengan jenis tantangan yang berbeda, dan yang kami harapkan dapat lebih sedikit berpihak pada keunggulan kami," catat Dave Ryan.

Race ketujuh lomba balap mobil F1 akan berlangsung di Kanada pada 10 hingga 12 Juni 2016. Sirkuit di Kanada ini memiliki panjang lintasan 4.361 kilometer.

ANTARA

#F1
#F1
#Rio Haryanto

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi