Kiprah Rio Haryanto di F1 Terancam Terhenti di Tengah Jalan  
Reporter: Tempo.co
Editor: Nurdin Saleh TNR
Sabtu, 16 Juli 2016 08:45 WIB
Rio Haryanto, pembalap F1 asal Indonesia dari tim Manor Racing di garasi pada saat sesi latihan Grand Prix Rusia di Sochi Autodrom, 29 April 2016. Mark Thompson/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Perasaan gundah membayangi pembalap Indonesia Rio Haryanto jelang perlombaan Formula One di Budapest, Hungaria, 24 Juli mendatang. Pembalap 25 tahun itu was-was penampilannya di ajang balap jet darat musim 2016 bakal terhenti usai GP Hungaria.

Masalah utamanya, Rio belum membayar kekurangan dana 7 juta euro (sekitar Rp 101 miliar) dari 15 juta euro (sekitar Rp 218 miliar) yang diminta Manor Racing sebagai biaya balapan satu musim 2016. Sampai detik ini, Rio baru bisa menyetorkan duit 8 juta euro ke Manor. Konsekuensinya, pembalap kelahiran Solo itu hanya bisa menggeber mobil MRT05--mobil Manor Racing--setengah musim saja, atau tepatnya hingga GP Hungaria.

Rio mengaku tak tahu bagaimana nasibnya setelah balapan di Hungaria. Dia pun tak menutup kemungkinan bakal ada orang lain yang menggantikannya sebagai pembalap utama Manor Racing. Yang bisa dilakukan Rio hanyalah menunggu keputusan Manor. "Kalau sampai ada telepon dari Abdulla Boulsien (bos Manor Racing) pasti 'deg-degan'," kata Rio melalui pesan singkat kepada Tempo, Rabu lalu.

Ibunda Rio, Indah Pennywati, tak berhenti mencarikan sponsor untuk anaknya. Indah mengaku terus menjalin komunikasi dengan pemerintah dan perusahaan-perusahaan swasta untuk menawarkan kerjasama dengan Rio dan Manor Racing. "Kalau belum juga dapat, Rio terpaksa harus berhenti di GP Jerman," kata Indah ketika dihubungi Tempo, Jumat.

Indah juga tak lelah melobi Manor Racing agar bersedia memberikan kelonggaran waktu penyetoran duit 7 juta euro. Indah berharap Manor memperpanjang tenggat waktu sampai seri balapan F1 di sirkuit Hockenheim Jerman, 31 Juli 2016.

"Setelah GP Jerman ada jeda libur hampir satu bulan (28 hari) sebelum balapan selanjutnya," kata Indah. "Akan ada waktu cukup banyak bagi kami mencari sponsor lagi."

Manor sendiri baru saja mendapat sejumlah sponsor baru, seperti perusahaan jam tangan merk Rebellion, produsen minuman gin dari Inggris Daffy's, sampai perusahaan aplikasi Dojo Discovery App. Namun menurut Indah hal tersebut tak akan menghapus kewajiban Rio untuk membayar sisa dana 7 juta euro.

Perusahaan pelat merah Pertamina berharap Manor Racing akan mempertahankan Rio hingga akhir musim 2016. Sampai saat ini baru Pertamina yang membantu pendanaan Rio dengan mengirim dana 5 juta euro ke rekening Manor.

Vice President Communication Pertamina Wianda Pusponegoro berharap sponsor baru Manor Racing mampu menjadi insentif signifikan untuk mempertahankan Rio. "Tak ada (perjanjian) yang tertulis hanya sampai GP Hungaria," kata dalam pesan singkatnya kemarin.

Wianda enggan berkomentar tentang minimnya pihak dalam negeri yang mensponsori Rio. Dia hanya mengatakan Pertamina bangga telah memberikan dukungan kepada Rio.

Menurut dia, dana 5 juta euro bukan sekadar membantu Rio balapan namun juga mengiklankan Pertamina ke dunia. Bahkan menurut Wianda, keuntungan iklan yang diperoleh Pertamina lebih tinggi tanpa harus beriklan di media yang menayangkan siaran F1.

INDRA WIJAYA

#F1
#Rio Haryanto

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi