Malaysia Stop Kontrak Gelar Balap Formula 1
Reporter: Tempo.co
Editor: Nur Haryanto
Rabu, 23 November 2016 21:58 WIB
Pembalap Mercedes, Nico Rosberg, memacu kendaraannya dalam latihan pertama F1 GP Malaysia di Sepang, Malaysia, 30 September 2016. REUTERS/Edgar Su

TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia telah memastikan bahwa Malaysia tidak akan melanjutkan kerja sama sebagai tuan rumah balapan Formula 1 setelah kontraknya berakhir pada 2018.

Menteri Pariwisata Nazri Aziz mengatakan keputusan itu diambil karena olahraga tersebut menyedot biaya terlalu besar untuk menjadi tuan rumah. Selain itu, balapan ini mulai tidak menarik minat penonton. "Kami menghabiskan 300 juta ringgit (Rp 919 miliar) per tahun, tapi tidak mendapat keuntungan," kata Nazri.

Dia mencatat bahwa penonton menurun, sedangkan biaya penyelenggaraan balapan sangat tinggi di Sirkuit Sepang sejak 1999. Sirkuit Sepang dapat menampung 120 ribu penonton, namun tiket yang terjual hanya 45 ribu pada grand prix bulan lalu. Di seluruh dunia, jumlah penonton juga menurun. "Saya pikir orang-orang telah kehilangan minat," kata Nazri kepada wartawan di lobi parlemen pada Selasa lalu.

Menteri Olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin juga menyatakan bahwa penjualan tiket F1 menurun, pemirsa TV juga menurun. “Pengunjung asing juga menurun karena dapat memilih Singapura, Cina, atau Timur Tengah," katanya.

Kepala eksekutif Sepang International Circuit (SIC) Razlan Razali mengatakan akan meminta pemerintah mempertimbangkan kembali keputusannya tersebut. Apalagi jika balapan itu ternyata membawa dampak ekonomi yang lebih baik bagi negara, minimal selama dua tahun ke depan.

"Apa pun bisa terjadi," kata Razlan. "Jika kami dapat menunjukkan statistik bahwa balapan ini relevan, kami akan menyerahkan kepada pemerintah untuk memutuskan."

SIC adalah promotor lomba untuk balapan yang telah diselenggarakan di sirkuit sejak 1999. Razlan mengatakan, sebagai penanggung jawab balapan F1 di Malaysia, hal itu penting untuk tidak terlalu sentimental. Terutama jika uang yang digunakan untuk penyelenggaraan balapan kemudian disalurkan untuk hal-hal yang lebih mendesak.

THESTAR | THE STRAITSTIME | FORMULA1

#F1

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi