Bos Formula 1 Bantah Singapura Hentikan Kontrak  
Reporter: Tempo.co
Editor: Nur Haryanto
Kamis, 24 November 2016 13:33 WIB
Pembalap Formula 1 asal Jermna, Sebastian Vettel memimpin balapan saat berlaga di Grand Prix Formula1 Singapura di sirkuit jalanan Marina Bay di Singapura, 20 September 2015. AP Photo

TEMPO.CO, Jakarta - Singapura dikabarkan masih alot dalam negosiasi kontrak kerja sama dengan Formula 1 ke depan. Panitia penyelenggara Grand Prix Singapura masih belum mencapai kesepakatan dalam negosiasi baru untuk musim 2018 dengan bos F1, Bernie Ecclestone.

Singapura telah menjadi tuan rumah F1 sejak 2008 dengan menggelar balapan di sirkuit jalanan Marina Bay. Singapura juga menjadi tuan rumah pertama yang menggelar balapan pada malam hari. Kini panitia lokal sedang mengevaluasi pendapatan mereka selama menggelar adu cepat jet darat tersebut.

Ecclestone membantah pemberitaan media Jerman, Auto Motor Und Sport, bahwa Singapura tidak ingin melanjutkan sebagai tuan rumah F1 pada masa depan. Menurut dia, negosiasi sedang berlangsung dan akan diselesaikan segera. “Sebelum akhir tahun ini, saya yakin. Kami ingin memperpanjang jangka panjang. Kita akan lihat apa yang terjadi," ujar Ecclestone, yang dilansir Straits Times Singapura.

Pria 86 tahun itu berharap GP Singapura berlanjut karena semua orang senang berada di Singapura, dan dia juga tidak ingin kehilangan Singapura. Menurut Ecclestone, Singapura menjadi tempat balapan F1 pada malam hari yang menarik dengan melewati landmark kota.

Namun Auto Motor Und Sport mengutip pernyataan Ecclestone bahwa Singapura tidak ingin memperpanjang kontraknya yang berakhir seusai balapan tahun depan. "Lihat apa yang telah kami lakukan untuk Singapura. Singapura kini bukan hanya sekadar punya bandara transit. Betul bahwa Grand Prix telah membuat Singapura keluar uang banyak, tapi kami juga mendatangkan uang yang banyak kepada mereka," kata Ecclestone.

Juru bicara GP Singapura belum mau mengomentari negosiasi yang sedang berlangsung.  Namun data penyelenggara menunjukkan iklim ekonomi yang melambat mempengaruhi kedatangan pengunjung yang mulai merosot dari 87 ribu penonton menjadi 73 ribu orang pada 2015.

THESTAR| THE STRAITSTIME | FORMULA 1

#F1

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi