Nissan Indonesia Pastikan Kolaborasi dengan Mitsubishi
Reporter: Tempo.co
Editor: Sugiharto
Rabu, 18 Januari 2017 16:42 WIB
Mobil konsep Nissan Vmotion 2.0 yang diperkenalkan dalam acara North American International Auto Show in Detroit, Michigan, 9 Januari 2017. Nissan Vmotion dilengkapi dengan sistem ProPilot yang kecepatannya dibatasi hanya 100 kpj. REUTERS/Rebecca Cook

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Direktur Marketing dan Sales PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Davy J. Tuilan memastikan bahwa pihaknya akan melakukan kerja sama dengan Mitsubishi di Indonesia.

"Kerja sama dengan Mitsubishi akan jalan," kata Davy di sela-sela peluncuran program Reality TV Show di Restoran Dapur Sunda, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Januari 2017.

BacaNissan Motor Akuisisi Mitsubishi Motor Company

Davy menjelaskan, kerja sama Nissan-Mitsubishi juga menyangkut produk yang memang telah atau direncanakan untuk dipasarkan di Indonesia. Kini kerja sama dua pabrikan otomotif asal Jepang itu masih dalam tahap pendalaman. Itu sebabnya, dia belum bisa memastikan kapan kerja sama akan efektif. "Mengenai waktunya kapan, kami belum bisa mengatakan karena masih menunggu prinsipal (Nissan Global)."

Mei 2016, Nissan Motor Company memutuskan membeli 34 persen saham dari pabrikan kendaraan sesama Jepang, Mitsubishi Motors Corporation (MMC). Nissan harus merogoh kantong sebesar 237 Triliun Yen untuk membeli sebagian saham perusahaan raksasa itu. 

SimakNissan Lanjutkan Strategi Bisnis Mitsubishi di Indonesia 

Pembelian saham ini sekaligus memperpanjang kerja sama antara Nissan dan Mitsubishi selama 5 tahun terakhir. Chief Executive and President Nissan Carlos Ghosn mengatakan kerja sama ini akan meningkatkan bisnis kedua perusahaan.

"Ini adalah terobosan transaksi dan merupakan sama-sama menguntungkan bagi kedua perusahaan. Ini menciptakan kekuatan baru yang dinamis di industri dunia otomotif," kata dia seperti tertuang dalam situs resmi mitsubishi-motors.com, Kamis, 12 Mei 2016.

Ghosn yakin Nissan akan tetap menghormati brand dan sejarah Mitsubishi serta meningkatkan prospek kekayaan mereka. "Kami akan mendukung MMC sebagaimana mereka sebagai keluarga baru dalam aliansi kami," tuturnya.

Dengan kontrak baru ini, Nissan akan membeli 506,6, juta saham MMC dengan harga 468,52 yen per saham. Harga per saham muncul dari harga volume rata-rata di periode antara 21 April dan 11 Mei 2016. Nantinya, Nissan akan menjadi pemegang saham terbesar di Mitsubishi.

"Melewati sejarah panjang kesuksesan kerja sama, Nissan sudah mengembangkan pengetahuan mendalam tentang memaksimalkan keuntungan dari kerja sama aliansi. Kerja sama ini akan menciptakan nilai jangka panjang yang dibutuhkan kedua perusahaan untuk menghadapi masa depan," tutur Osamu Masuko, Chief Executive of MMC.

Osamu mengatakan MMC dan Nissan akan mencapai nilai jangka panjang lewat pendalaman strategi kerja sama, termasuk pembagian sumber daya, misalnya pengembangan, seperti halnya pengadaan bersama.

MMC dan Nissan berharap Mitsubishi Heavy Industries, Mitsubishi Corporation, dan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ membenahi kepemilikan kolektif di Mitsubishi Motors dan untuk mendukung aliansi strategis.

WAWAN PRIYANTO

#Penjualan Mobil
#Nissan

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi