Daihatsu: Salah Strategi Berujung Untung
Reporter: Tempo.co
Editor: wawan priyanto
Minggu, 22 Januari 2017 11:47 WIB
Seorang SPG berdiri disamping mobil Daihatsu Sigra yang dipamerkan dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang, 12 Agustus 2016. Sigra ditawarkan mulai dari Rp106 juta sampai Rp149 juta tergantung varian. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Gorontalo - Ada yang menarik pada laporan penjualan Daihatsu pada 2016 lalu. Penjualan ritel (dari dealer ke konsumen) mereka lebih tinggi ketimbang penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer).

Ini menunjukkan permintaan konsumen terhadap produk Daihatsu lebih tinggi dibandingkan suplainya.

Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra menyebutkan hal ini terjadi akibat kesalahan strategi. "Di semester kedua 2016 kan kami meluncurkan Sigra, kami mengira produk baru ini akan membuat penjualan Xenia dan Ayla akan menurun, maka kami kurangi produksi keduanya," kata Amelia di Gorontalo, Sabtu, 21 Januari 2017.

Baca:Yuk, Daihatsu Luncurkan Program Perbaikan Mobil GratisAutoPro 2017 Sebentar Lagi Digelar, Apa Serunya?

Saat peluncuran Sigra, para jurnalis otomotif Tanah Air meramalkan penjualan Xenia yang sama-sama Multi Purpose Vehicle 7 penumpang, dan Ayla yang sama-sama Low Cost Green Car akan loyo. "Kami juga berpikir begitu, animo konsumen akan lebih banyak ke Sigra." Tak cuma mengurangi produksi, Daihatsu juga menghentikan produksi dan penjualan Xenia 1.000 cc.

Rupanya ramalan itu meleset. Penjualan ritel Xenia malah melesat dari 35.057 unit di 2015 menjadi 48.072 unit. Diikuti Ayla yang naik dari 36.468 unit jadi 40.300 unit. "Kami sempat kewalahan karena produksi sudah dikurangi, permintaan malah membludak, akibatnya dua produk ini sempat harus indent 1-2 bulan."

Amelia mengaku keliru dengan strategi ini. Namun kesalahannya itu justru membuat konsumen lebih penasaran. "Kami lebih memilih dikejar-kekar konsumen yang ingin beli mobil daripada kelebihan stok dan tidak laku."

Simak: Daihatsu Pecahkan Rekor Penjualan17 Tahun, Hino Dutro Rajai Pasar Medium Duty Truck

Toh dengan pengurangan produksi, pasokan dan stok Daihatsu malah jadi lebih sehat. Penjualan wholesales Daihatsu di tahun lalu sebesar 189.683, lebih sedikit 2.727 unit dari penjualan ritelnya. "Kami hampir tak punya stok di gudang, semua produksi kami terserap konsumen."

Amelia menjanjikan, pada 2017 ini produksi Xenia dan Ayla akan kembali normal. Sehingga, ujarnya, konsumen tak perlu menunggu lebih lama untuk mendapatkan mobilnya.

PRAGA UTAMA (Gorontalo)

#Penjualan Mobil
#PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi