Merasakan Sensasi Liar Si Kuda Jingkrak, Ferrari 488 GTB  
Reporter: Tempo.co
Editor: wawan priyanto
Selasa, 7 Februari 2017 10:00 WIB
Ferrari 488 GTB. TEMPO/Alfan

TEMPO.CO, Jakarta - Mengendarai mobil Ferrari, apapun modelnya, merupakan impian bagi penggemar mobil berkecepatan tinggi. Alasannya sederhana, Ferrari merupakan salah satu produsen mobil super asal Italia yang cukup melegenda di dunia balap internasional. Dari ajang balap touring, hingga Formula 1.

Tempo berkesempatan menjajal Ferrari 488 GTB. Meski singkat, sekitar 5-6 jam, mengendari 488 GTB cukup meninggalkan kesan mendalam pada Senin, 30 Januari 2017. Sedan 488 GTB merupakan model terbaru dari keluarga Ferrari bermesin V8, mid-engine (mesin terletak di belakang).

GTB kependekan dari Gran Turismo Berlinetta. Mobil ini berhadapan langsung dengan Lamborghini Huracan LP610-4 dan McLaren 650S.

Dari sejarahnya, 488 GTB yang dipasarkan mulai 2015 merupakan generasi penerus dari Ferrari 458 yang diproduksi pada tahun 2009–2015. Juga suksesor dari Ferrari F430 (2004–2009). Istimewanya, pada model 488 GTB, Ferrari kembali menggunakan V8 mid-engine twin turbocharged. Terakhir, mereka menggunakan mesin mid-engine twin turbocharged tahun 1988 pada model Ferrari F40.

Chief Executive Officer PT Surya Sejahtera Otomotif, distributor resmi Ferrari di Indonesia, Arie Christopher Setiadharma mengatakan penggunaan mesin turbo pada 488 GTB menyajikan keunggulan tersendiri. “Secara teknis, kapasitas mesin lebih kecil, namun tenaga dan torsi yang dihasilkan jauh lebih besar,” kata Arie kepada Tempo di kantornya di bilangan TB Simatupang, setelah menjajal 488 GTB.

488 GTB menggunakan mesin V8 berkapasitas 3.902 cc (488 cc per silinder) twin turbocharged berbahan aluminium. Mesin ini keluarga dari mesin Ferrari F154, menghasilkan 670 tenaga kuda pada 8.000 rpm (redline) dan torsi puncak 770 Newton meter pada 3.000 rpm.

Coba bandingkan dengan mesin Ferrari 458 berkapastias 4,499 cc yang menghasilkan 570 tenaga kuda pada 9.000 rpm (redline) dan torsi 540 Newton Meter pada 6.000 rpm.

V8 mid-engine twin turbocharged

Kembali ke kencan singkat bersama Ferrari 488 GTB. Sensasinya sudah terasa sejak duduk di belakang kemudi. Jok model bucket berlapis kulit seolah memeluk erat pengemudi.

Begitu tombol start/stop engine dinyalakan, suara knalpot dari mesin V8 langsung menggema. Ketika pedal gas diinjak dalam-dalam, jarum RPM di odometer bergerak cepat menuju angka 8.000-9.000 rpm (redline). Tentu saja, raungan suara dari dua buah knalpot di bagian belakang cukup nyaring, memekakkan telinga. 

Sebelum melakukan road test, Arie menjelaskan fitur-fitur yang ada di dalam kokpit 488 GTB.

Di tengah konsol, terdapat tiga buah tombol yakni R (gigi mundur), Auto (pilihan transmisi otomatis), dan Launch. Di belakang tiga tombol ini, terdapat tombol untuk menyalakan lampu hazzard dan dua buah tombol power window.

Pengemudi juga dapat menempatkan berbagai macam barang kecil seperti smartphone, dompet, kartu tol hingga uang kecil di tengah konsol. Bicara ruang kemudi, Anda akan disuguhi karya seni original Ferrari, yang juga diinspirasi dari mobil balap F1.

Hebatnya, kokpit 488 GTB merupakan handmade yang eksklusif. Tentu dengan menekankan pada unsur ketelitian pengerjaan yang luar biasa. Untuk interior, konsumen bisa memesan sesuai selera. Misalnya, warna benang jahitan pada kulit yang membungkus dashboard, warna ornamen carbon, warna dashboard, warna seatbelt dan sebagainya.

Di dashboard, terdapat beberapa tombol lagi. Di bagian tengah dasboard merupakan tombol untuk pengaturan penyejuk udara, audio, dan sebagainya. Bergeser ke depan lingkar kemudi, terdapat odometer dengan jarum RPM dari titik 0 hingga 10 (RPM x 1.000). Titik merah (redline) dimulai pada angka 8.000 rpm.

Sisi kiri dan kanan, terdapat LCD monitor yang menampilkan berbagai informasi mobil. Lebih tepatnya, mobil ini juga memiliki Vehicle Dynamic System. Fitur ini menyajikan berbagai informasi penting dari mobil 488 GTB seperti informasi track, electronic diverential, F1 Track Avection Control, dan sebagainya. “Artinya, kita dapat mengetahui kondisi mobil saat ini melalui fitur VDS,” katanya.

Para insinyur Ferrari mendesain mobil ini seaman mungkin. Salah satunya adalah ‘memaksa’ pengemudi untuk tetap fokus memandang ke depan saat berkendara. Karena itulah Ferrari menempatkan hampir semua tombol perintah pengoperasian pada lingkar kemudi. Lihat saja, tombol klakson terletak di sisi kiri dan kanan, persis di atas ibu jari dengan posisi sedang mengemudi. Lalu, tombol lampu sen juga terletak tidak jauh dari ibu jari di kiri dan kanan.

Masih ada lagi, tombol lampu jauh, wipper, pengaturan suspensi, serta start/stop engine juga ada di lingkar kemudi. Di sisi kanan bawah, terdapat fitur Manitteno, yakni tombol untuk melakukan pengaturan mode berkendara. Terdapat empat pilihan berkendara pada 488 GTB yakni Wet (untuk pengendaraan saat hujan), Sport (untuk mode Sport atau normal), Race (untuk berkendara agak ekstrem), CT Off (pilihan mode berkendara ekstrem), serta ESC Off (dipakai pengemudi profesional untuk pengendaraan yang lebih ekstrem. “Saat memilih mode ESC Off, mobil tidak lagi diintervensi fitur-fitur yang ada pada mobil seperti traction control dan sebagainya,” ujarnya.

Melaju di Jalan Tol JORR menuju Sentul.

Kini, saatnya jalan. Tempo memilih untuk menggunakan mode berkendara Sport pada Manitteno serta menekan tombol Auto di tengah konsol. Meski demikian, perpindahan gigi 1 tetap dilakukan secara manual.

Tempo sempat khawatir mobil mulai berjalan pelan keluar dari area parkir Showroom Ferrari di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Pasalnya, 488 GTB memiliki ground clearance yang sangat rendah, hanya 155 milimeter. Sementara, karakter jalan di Jakarta umumnya bergelombang dan banyak terdapat speed bump (polisi tidur) dengan ketinggian ekstrem.

Kekhawatiran ini sirna. Sebab, 488 GTB dilengkapi hidraulic lift system yang dioperasikan dengan menekan sebuah tombol di dashboard, tepatnya di sebelah kiri lingkar kemudi. Jika diaktifkan mampu mendongkrak ground clearance hingga bertambah 4 centimeter. Cukup aman untuk melewati speed bump.

Mobil masuk jalan tol TB Simatupang, dengan tujuan keluar di Sentul City, Bogor. Cuaca ketika itu sedang gerimis kecil, tapi jalan tol cukup lancar. Melihat celah sedikit terbuka, Tempo mencoba untuk menginjak pedal gas lebih dalam. Tentu saja, tombol di Manitteno kini menunjuk mode Race dengan pilihan transmisi manual. Sensasinya juga beda, mesin lebih responsif dan ratio perpindahan gigi menjadi lebih pendek di putaran bawah, namun lebih panjang saat long run.

Saat jarum RPM naik ke angka 6.000 dan 8.000, lampu indikator di bagian atas lingkar kemudi mulai menyala. Mirip seperti lampu indikator RPM pada sistem kemudi mobil balap F1.

Tenaga super dari mesin ini kemudian disalurkan ke roda penggerak belakang melalui transmisi otomatis (dioperasikan secara manual) 7 percepatan dual clutch. 488 GTB menggunakan sistem gearbox F1 yang diproduksi Ferrari melalui Getrag, mengadopsi gearbox yang digunakan pada model 458.

Perpaduan teknologi F1 ini membuat laju 488 GTB cukup responsif pada saat pedal gas diinjak dalam-dalam. Daya dorong dari tenaga besar ini membuat kepala tetap menempel erat di sandaran kursi saat mobil berakselerasi. Perpindahan gigi juga terasal lebih halus tanpa hentakan yang biasanya dijumpai Ferrari bertransmisi manual pada model-model sebelumnya.

Sensasi lain dari mengemudikan mobil ini adalah hawa panas di dalam kabin yang terpancar dari mesin, layaknya saat memacu mobil balap di sirkuit. Ini merupakan ciri khas dari penggunaan mid engine, posisi mesin tepat di belakang kepala kita. Jadi, lupakan dulu unsur kenyamanan seperti ketika berada di dalam kabin kendaraan Multi Purpose Vechile (MPV) mewah seperti Toyota Alphard atau VW Caravelle.

Panel instrumen pada lingkar kemudi

Sensasi lain mengemudikan Ferrari adalah stabilitas tinggi pada saat bermanuver. Ingat, 488 GTB telah dilengkapi sistem aerodinamika terbaru yang dikembangkan Ferrari. Suspensi keras juga menunjang kestabilan mobil pada saat dipacu ekstrem. 488 GTB diklaim memiliki sistem aerodinamika terbaik saat ini dari seluruh model Ferrari.

Engine hood eclipe yang cenderung rendah di ujung depan serta lubang besar di bawah engine hood menambah garang penampilan 488 GTB. Desain ini mampu meminimalisasi hambatan angin saat mobil dipacu pada kecepatan tinggi. Lubang besar di bawah engine hood di bagian depan juga berfungsi untuk memperlancar aliran udara dari depan menuju bonnet.

Fungsi lain dari lubang besar ini adalah untuk mengalirkan udara ke discpad pada sistem pengereman. Sistem ini sama seperti yang digunakan pada mobil balap F1. Temperatur discpad atau cakram pada sistem rem mobil F1 berkisar antara 400 hingga 1.000 derajat celcius saat dilakukan hard braking.

Lubang besar pada sidepod, tepat di belakang pintu, juga berfungsi sama. Untuk memaksimalkan aliran udara sehingga meningkatkan downforce dan juga mendinginkan cakram rem di roda belakang. Aliran udara ini akan membuat tapak ban belakang semakin lengket di aspal saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. 488 GTB dibekali kaki-kaki yang kokoh, velg 20 inci dengan profil ban tipis dari Michelin SuperSport 245/35 di depan dan 305/30 di belakang.

Kelancaran aliran udara pada lantai 488 GTB dimaksimalkan dengan 6 sirip diffuser yang menyatu dengan lubang knalpot. Saat mobil melaju di atas 120 kilomter per jam, flaps atau sayap tambahan pada spolier depan dan diffuser belakang akan membuka secara otomatis. Fungsinya, untuk menaikkan downforce mobil, sekaligus untuk mengurangi drag.

Istimewanya, 488 GTB ini menggunakan teknologi terbaru Side Slip Control System2 (SSC2) dan memadukan F1-Trac dan E-Diff. Fungsinya untuk memudahkan handling mobil saat bermanuver ekstrem. Di sektor keamanan, 488 GTB dilengkapi sistem pengereman pada level maksimum seperti pada model Ferrari lainnya. Brembo Extreme Design braking system yang terdapat pada keempat roda, membuat Ferrari 488 GTB mampu memperpendek jarak pengereman hingga 9 persen dibanding model sebelumnya.

Oh iya, meskipun mobil ini bertransmisi otomatis, tapi kita dapat ‘memainkan’ gas dan menikmati suara nyaring dari mesin bertenaga 670 daya kuda. Caranya (pada mode Sport), tekan padle shift kiri dan kanan secara bersamaan hingga posisi gigi netral ‘N’, lalu injak gas dan dengarkan suara khas Ferrari. Untuk kembali ke posisi semua, cukup tekan padle shift kanan sekali lagi.

Lalu, apakah mobil Ferrari 488 GTB bermesin sangar ini termasuk mobil yang fun to drive? Arie menjawab cepat, “Ya.”

Menurut dia, model terbaru Ferrari seperti California T, 488 GTB, 488 Spider, dan Ferrari GTC4 Lusso T rata-rata sudah didesain sangat user-fiendly. Bahkan untuk penggunaan sehari-hari.

Benar saja, itulah sebetulnya yang dirasakan Tempo saat menggeber 488 GTB. Seperti mengendari mobil bertransmisi otomatis pada umumnya, namun dengan sensasi supercar yang kental.

WAWAN PRIYANTO

Spesifikasi Ferrari 488 GTB • Mesin o Tipe V8 - 90° Turbo o Kapastias 3.902 cm3 o Power maksimum: 492 kW (670 HP) @ 8.000 rpm o Torsi maksimum: 760 Nm at 3.000 rpm in VII gear

• Dimensi dan berat o Panjang: 4.568 milimeter o Lebar: 1.952 milimeter o Tinggi: 1.213 milimeter o Berat kosong: 1.370 kilogram o Distribusi berat: 46,5 persen depan, 53,5 persen belakang

• Performa o 0-100 kilometer per jam: 3 detik o 0-200 kilometer per jam: 8,3 detik o Maximum speed: > 330 km/h • Konsumsi bahan bakar: 11.4 l/100 km • Emisi CO2: 260 g/km

#Penjualan Mobil
#Ferrari S.p.A.
#Kotamadya Jakarta Selatan | DKI Jakarta

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi