Inilah Sosok di Balik Kesuksesan Eurokars Group
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Kamis, 16 Maret 2017 11:15 WIB
PT Eurokars Motor Indonesia dalam peluncuran 5 produk terbaru Mazda di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, 14 Maret 2017. Dok. Mazda.

TEMPO.CO, Jakarta - PT. Eurokars Motor Indonesia (Eurokars Group), kelompok usaha dealer mobil premium, makin mengibarkan benderanya di jagat otomotif Indonesia dengan meraih kepercayaan sebagai distributor utama mobil Mazda dari manajemen Mazda Motor Corporation.

Kemitraan antara PT. Eurokars Motor Indonesia dengan Mazda Motor Corporation (MMC) efektif terhitung 1 Februari 2017 dan secara resmi diluncurkan pada 14 Maret lalu, sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran 5 model terbaru Mazda di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski.

Sejak didirikan pada tahun 1985, Eurokars Group telah tumbuh menjadi salah satu kelompok otomotif terkemuka di Asia. Sebagai distributor mobil swasta terbesar di Singapura, Eurokars Group mengelola lima merek mobil premium yakni Porsche, Rolls-Royce, MINI, Mazda dan McLaren.

BacaLangkah Tepat Mengatasi Mesin Sepeda Motor Mati Kebanjiran

Di Indonesia, kelompok ini mewakili Porsche, Rolls-Royce, BMW, Mazda, Maserati dan 3M, produk kaca film untuk mobil dan komersial untuk seluruh kawasan di Indonesia. Untuk memperkuat pertumbuhan dan ekspansi di kawasan regional, kelompok ini juga mengakuisisi saham dealer Rolls-Royce di Nanning, China dan memegang dealership Mazda di Perth, Australia.

Di acara peresmian tersebut, pendiri Eurokars Group sekaligus sebagai Executive Chairman of Eurokars Group, Karsono Kwee, mengisahkan betapa tidak mudahnya mendapat kepercayaan dari MMC.

Eurokars Group terlebih dulu membuktikan kinerjanya di Singapura dan Australia, dimana di dua negara ini Eurokars sukses besar melambungkan nama Mazda.

Simak:Benarkah Mitsubishi Eclipse Cross Jelmaan XM ConceptSuzuki Ignis Calon Peraih Mobil Urban Terbaik Dunia 2017

Di Singapura, Eurokars sukses membukukan penjualan Mazda sebanyak 7.091 unit di tahun lalu, terbesar ke-3 untuk kategori registrasi baru dan capaian itu menempatkan Mazda menguasai pangsa pasar sebesar 8 persen. Sementara di Australia, penjualan Mazda menempati posisi terbesar ke-2 untuk segmen mobil penumpang dan sedan.

"Kesuksesan rekor penjualan yang kami raih sejak pengambilalihan distribusi mobil Mazda di Singapura pada tahun 2011 merupakan kesuksesan yang menjadi komitmen dan juga kami harus capai di Indonesia," kata Karsono.

Kesuksesan Eurokars tentu saja tidak bisa dilepaskan dari kisah tangan dingin Karsono membangun fondasi Eurokars dari awal 1985. Di bawah kendali Karsono, pada 2014 Eurokars sukses membukakan omzet tahunan hampir US$500 juta, sebagaimana ditulis laman www.straitstimes.com.

Di usia yang masih belia, 20 tahun, Karsono sudah bisa membeli mobil bekas pertama kalinya, Opel Rekord. Kemudian pada usia 22 tahun, dia membeli mobil baru pertama, Volkswagen Beetle.

Pada 1971, saat menginjakkan kakinya di Singapura, Karsono membeli Porsche pertamanya, Porsche 924, kemudian diikuti Porsche 911 dan Porsche 928. Dan pada 1982, dia membeli Rolls-Royce Silver Spirit sebagai mobil Rolls-Royce pertamanya.

Karena kecintaan dan kegemarannya mengoleksi mobil-mobil premium, Karsono akhirnya membentuk perusahaan waralaba bersama pemain besar, seperti Cycle & Carriage, pabrikan asal Jerman. Dari sinilah, sukses Eurokars dimulai hingga sekarang.

Di tahun 2014, Karsono tercatat mengoleksi 25-30 unit mobil premium serta setengah lusin sepeda motor premium dengan jumlah yang terus berubah karena secara berkala dia menjual sebagian koleksi dan membeli beberapa model lain. Koleksinya termasuk Saab 9-2 buatan tahun 1967 yang dibelinya senilai U$13 ribu sekitar 19 tahun silam serta menghabiskan dana US$100 ribu untuk biaya perbaikannya. Karsono juga mengoleksi Rolls-Royce Silver Cloud buatan 1964.

”Saya penggemar motor ketika remaja. Menjaga mobil mahal adalah pekerjaan sulit,” kata Karsono.

BISNIS.COM

#Penjualan Mobil

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi