Singapura Tetapkan Batas Emisi Mobil Listrik
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan
Jumat, 30 Juni 2017 18:40 WIB
REUTERS/Tyrone Siu

TEMPO.CO, Singapura - Pemerintah Singapura melalui Otoritas Transportasi Darat (LTA) hari ini Jumat 30 Juni 2017 menetapkan batasan emisi gas buang bagi kendaraan listrik dan plug in hybrid sebesar 0,4g CO2/Wh. Penetapan batasan emisi ini mulai berlaku 1 Januari 2018 - 31 Desember 2019 sesuai Skema Emisi Kendaraan Bermotor (VES) Singapura.

Baca: Audi Bakal Meluncurkan Mobil Listrik, Siap Saingi Tesla LTA menyebutkan, penetapan batasan emisi kendaraan listrik ini mengacu pada Peraturan Emisi Kendaraan Listrik yang diterbitkan EMA (Energy Market Authority) yakni 0,4244 g CO2/Wh. "Penetapan batasan emisi ini penting bagi industri otomotif dalam merencanakan impor kendaraan listrik dan hybrid," kata penjelasan LTA seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat 30 Juni 2017.

Batasan emisi juga akan diterapkan pada Skema Kendaraan Berbasis Emisi Karbon ( Carbon Emissions-based Vehicle Scheme -CEVS) mulai 1 Juli hingga 31 Desember tahun ini.

Terkait batasan emisi gas buang, pemerintah Singapura pada Maret lalu pernah berperkara dengan pemilik mobil listrik Tesla, Joe Nguyen. Saat itu, Nguyen mengajukan uji emisi mobil Tesla Model S yang didatangkan langsung dari luar Singapura.

Berdasarkan hasil pengujian VICOM Emission Test Laboratory Singapura, Tesla Model S menghasilkan hasil uji dengan angka 444 Wh/km. peraturan di Singapura menetapkan bahwa emisi mobil listrik tiap 1 Wh/km harus dikalikan dengan 0,5 gram CO2 perkilometer, sehingga angka emisi CO2 yang dihasilkan oleh Tesla tercatat sebesar 222 gram per kilometer. Artinya, mobil Tesla ini menghasilkan emisi yang tinggi sehingga Nguyen terkena denda SGD 150.000. Ngunyen kemudian mempertanyakan apakah LTA telah menerapkan aturan R101 Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Eropa (UNECE) dengan benar saat melakukan uji emisi mobil Teslanya.

LTA menegaskan bahwa telah menerapkan standar emisi yang benar untuk semua kendaraan listrik, termasuk Tesla milik Nguyen.

Baca: Tesla Capai Kesepakatan untuk Produksi Mobil Listrik di ... Jean Rodriguez, Kepala Unit Informasi UNECE mengatakan kepada Channel News Asia, LTA telah menerapkan standar pengujian emisi yan benar.

SETIAWAN ADIWIJAYA

#Mobil Listrik
#Singapura

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi