Daimler dan BAIC Sepakat Kerja Sama Produksi Mobil Listrik
Reporter: Tempo.co
Editor: Ali Akhmad Noor Hidayat tnr
Jumat, 7 Juli 2017 23:01 WIB
APC Pandur II dikembangkan oleh Steyr-Daimler-Puch, Austria, anak perusahaan General Dynamics, Ceko. Selain sebagai kendaraan pengangkut pasukan, Pandur II dapat dijadikan kendaraan komando peleton, kendaraan komando bataliyon, kendaraan lapis baja amphibi, kendaraan dengan senjata anti tank, ambulans, dan kendaraan latihan. wikipedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan otomotif asal Jerman Daimler beserta mitranya asal China BAIC Motor Corporation telah sepakat untuk bersama-sama menanamkan modal senilai 5 miliar yuan atau setara dengan US$735 juta.

Investasi tersebut dilakukan untuk memproduksi kendaraan listrik di China pada 2020 mendatang, serta menyediakan infrastruktur penunjang yang dibutuhkan untuk operasional.

Dikutip dari Reuters, dari jumlah tersebut sebagian akan diinvestasikan di pabrik baterai baru yang akan dibangun di China oleh perusahaan patungan Beijing Benz Automotive Co., Ltd.

"Pada 2025 China akan memiliki pangsa pasar besar dalam penjualan global kendaraan listrik Mercedes Benz," kata Hubertus Troska, anggota dewan manajemen Daimler, Jumat 7 Juli 2017.

Daimler dan BAIC telah menandatangani sebuah perjanjian kerangka kerja bulan lalu untuk meningkatkan fasilitas produksi di BBAC untuk membuat New Energy Vehicles.

New Energy Vehicles merupakan sebuah label yang akan digunakan oleh perusahaan untuk seluruh jenis kendaraan dengan emisi rendah termasuk di dalamnya mobil listrik hybrid maupun mobil listrik murni.

GRANDY AJI

#Mobil Listrik
#Daimler AG

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi