Mobil Listrik, Investor Masih Tunggu Regulasi Pemerintah
Reporter: Tempo.co
Editor: Anisa Luciana pdat
Selasa, 22 Agustus 2017 16:34 WIB
Prototipe Mobil listrik ditampilkan di kawasan ITB pada acara ITB CEO Summit on Innovation, di Bandung, Jawa Barat, 22 Agustus 2016. ANTARA FOTO/Agus Bebeng

TEMPO.CO, Jakarta - Sudah banyak investor yang bersedia membangun industri mobil listrik di Indonesia.

Kepala Bagian Laporan dan Perencanaan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Chrisnawan Anditya, mengatakan para investor tersebut sudah menyatakan kesiapannya kepada pemerintah secara lisan. Namun, mereka masih menunggu regulasi dari pemerintah. "Namun, mereka masih menunggu regulasi. Pemerintah sedang menyusun peraturan presiden," katanya pada Senin, 21 Agustus 2017.

Chrisnawan menjelaskan, Peraturan Presiden tersebut tengah dibentuk oleh kementerian dan lembaga terkait. Dia belum bisa menjelaskan poin penting apa saja yang tengah disusun. Peraturan tersebut ditargetkan rampung tahun ini.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, pembahasan mengenai mobil listrik ini akan dikaji pemerintah lebih dalam satu per satu. Dia menegaskan, jangan sampai suatu saat di dunia lain sudah berkembang pemakaian mobil listrik, sementara Indonesia jauh tertinggal.

Baca: Rancangan Peraturan Presiden Mengenai Mobil Listrik Masih Dibahas

Kementerian ESDM, kata Arcandra, akan mendorong dalam menstimulasi industri mobil listrik. "Dari sisi sektor ESDM kita melihat dari sisi teknologi, misalnya baterai. Baterai ini menjadi sensitif di mobil listrik, ada ide yang berkembang seperti di SPBU nanti bila baterainya habis diganti dengan yang baru jadi tinggal masuk," ungkapnya.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menjelaskan mobil listrik akan membawa banyak manfaat. Impor bahan bakar minyak (BBM) bakal sangat berkurang jika mobil-mobil konvensional diganti dengan mobil listrik. "Banyak sekali manfaatnya kalau kita memaksimumkan penggunaan mobil listrik di sini. Larinya adalah ke penghematan BBM. Kalau mobil listrik totally enggak pakai BBM," tutur Rida.

Manfaat lainnya, lanjut Rida, tentu polusi udara berkurang karena mobil listrik tak menghasilkan asap karbon. Selain itu, emisi gas rumah kaca akan semakin rendah kalau pasokan listrik untuk mobil listrik juga dihasilkan dari energi nonfosil.

BISNIS

#Mobil Listrik
#Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | ESDM
#Arcandra Tahar

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi